| Jumat, 13 Mei 2005 | SEMARANG |
Bahasa HatiJABATAN Wakil Rektor (WR) III Unissula yang mengurusi bidang kemahasiswaan mendorong Ir H Didik Eko Budi Santoso MT dekat dengan mahasiswa. "Meski jabatan itu baru saya emban dua bulan ini, namun yang penting saya harus memahami bahasa mahasiswa. Artinya, saya harus memahami bahasa hati mereka. Mahasiswa, adalah mahluk yang kritis dan selalu menginginkan perubahan," tegas Didik, kemarin. Sebelumnya, Didik dipercaya sebagai WR IV bidang pengembangan SDM karyawan, dosen, dan mahasiswa. Setelah cukup dekat dengan mahasiswa, kini dia mengaku menjadi tahu ada beberapa keluhan. Antara lain, ada mahasiswa yang mengeluh sulit menemui dosennya. "Saya ingin menghapus kesan dosen sulit ditemui mahasiswa. Saya berusaha membuka diri, baik ditemui di kantor, rumah, atau bahkan telepon." Dia mengaku dalam sehari harus menghadiri 5 - 7 acara di tempat yang berbeda. Bahkan, seringkali kali acaranya berbenturan. "Ya harus pandai-pandai menenej waktu. Dengan amanah baru, saya tetap tidak meninggalkan urusan rumah tangga. Istri dan anak-anak tetap nomor satu," jelas suami Hj P Sulis Anharin AhT yang telah dikaruniai tiga orang putra itu. Anehnya, di tengah kesibukannya yang padat itu, dia malah ikut maju meramaikan pilkada Kabupaten Semarang melalui Konvensi Partai Golkar. Maklum, selain dosen, Didik dikenal sebagai pengusaha dan politisi. (Moh Anhar- 50 ) |