logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 13 Mei 2005 EKONOMI
Line

JTH Buka Kesempatan Ekspor ke Eropa

SOLO-Negara-negara Eropa, terutama Belanda sangat membutuhkan 13 produk dari Indonesia, antara lain aksesoris, kosmetik, furnitur, aksesoris interior untuk rumah, garmen, batik, mainan anak-anak, emas, dan makanan.

''Produk tersebut banyak diproduksi di Jateng sehingga merupakan kesempatan bagi pengusaha provinsi ini untuk melakukan ekspor,'' kata Dhodit LA Wardana, Direktur Java Trade House (JTH) pada Business Gathering bertajuk Menembus Pasar Eropa di Hotel Sahid Raya Solo, kemarin.

Dalam acara itu para pengusaha di Solo tampak antusias dan terkesan pada sistem teknologi informasi yang memungkinkan pembeli atau buyers dan pemasok bisa berkomunikasi.

Respons juga ditunjukkan melalui keseriusan 15 pengusaha di kota tersebut yang langsung mendaftar menjadi anggota JTH.

Menurut Dhodit, fasilitas yang ditawarkan lembaganya antara lain perdagangan dengan e-commerce dan direct marketing yang dilakukan oleh fasilitator JTH di Rotterdam.

''Rencananya, dalam pembukaan nanti ada 40 buyers yang siap menjajaki kerja sama dengan pengusaha Jateng,'' ujarnya.

Muhamad Tholib pengusaha mebel menyatakan tampilan fasilitas e-commerce di www.javatradehouse.com sangat spesifik dan mudah pencarian produknya. Karena itu, anggota Asmindo Solo akan meminta secara khusus kepada pengelola JTH untuk pemaparan fasilitas.

Albert Bella, konsultan teknologi informasi JTH mengatakan pengusaha Indonesia dinilai terlalu lama menunggu untuk bisa mengirimkan produknya ke luar negeri. Akibatnya, banyak orang asing termasuk dari Belanda menjadi makelar atau broker.

''Mereka datang sendiri ke sini mencari berbagai produk yang laku, kemudian dipasarkan ke Eropa,'' tuturnya.

Pada acara yang dihadiri sekitar 50 pengusaha anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) itu, Dhodit menyatakan saat ini ada sekitar 1,2 juta pemasok dari Indonesia yang bisa dilihat melalui website.

Namun jika para pengusaha mau bergabung dengan JTH maka kondisinya menjadi lebih mudah, karena selain akan diperkenalkan langsung kepada pembeli atau buyer di Eropa, mereka memiliki website dengan memakai nama sendiri.(P44-27)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA