logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 13 Mei 2005 EKONOMI
Line

Aktivitas Bank Mandiri Tak Terpengaruh

JAKARTA-Penetapan Dirut Bank Mandiri ECW Neloe sebagai tersangka dalam kasus kredit macet sebesar Rp 12 triliun tidak berdampak serius terhadap aktivitas di Bank Mandiri.

Operasional Bank Mandiri dalam menjalankan hak dan kewajiban, termasuk pelayanan nasabah, tetap berjalan seperti biasa.

''Kejadian ini tidak ada efek apa-apa dan kami berterima kasih kepada para nasabah yang tetap percaya kepada Bank Mandiri. Sampai sekarang tidak ada masalah, itu yang kami laporkan kepada Pak Sugiharto, Menneg BUMN,'' kata Presiden Komisaris (Preskom) PT Bank Mandiri Tbk Bin Hadi kepada wartawan di Gedung Kementerian BUMN Jakarta, kemarin.

Menurut Bin Hadi, dirinya diminta pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN untuk menjaga agar supaya Bank Mandiri tetap eksis dan bisa berjalan sebagaimana mestinya. Ketika ditanyakan apakah para direksi yang dijadikan tersangka oleh Kejagung akan dinonaktifkan, Bin Hadi menyatakan permasalahan itu belum dibahas.

Lebih lanjut Bin Hadi menambahkan, dirinya hanya ditugaskan pemerintah untuk menjaga Bank Mandiri, dengan kata lain diperintahkan supaya lebih intens dalam hal pengawasan sehingga PT Bank Mandiri bisa benar-benar berjalan dengan normal. ''Jadi, bukan berarti saya menjadi pemegang kendali manajemen PT Bank Mandiri, tetapi saya tetap sebagai Preskom. Hanya saja pengawasannya lebih intens,'' tutur dia.

Bin Hadi mengungkapkan, direksi PT Bank Mandiri berjumlah sembilan orang. Jadi, kalaupun ada tiga orang yang dijadikan tersangka dalam kasus kredit macet, direksi yang lain masih bisa menjalankan fungsinya seperti biasa. ''Mengingat keputusan direksi berkaitan dengan operasi sehari-hari, maka direksi yang dijadikan tersangka oleh Kejagung tidak boleh ambil keputusan yang strategis,'' kata Bin. Ia menambahkan, meskipun tidak ada pembatasan sampai ke arah situ.

''Kita lihatlah, apakah memang perlu ada keputusan penting terkait penetapan tersangka direksi Bank Mandiri ini,'' sambungnya.

Yang pasti, kata Bin Hadi, pergantian jajaran direksi Bank Mandiri memang sudah diagendakan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mendatang dan tidak boleh diubah. ''Tapi, bagaimana realitasnya nanti kita serahkan kepada pemegang saham. Yang penting yang kita lakukan adalah menjaga Bank Mandiri berjalan secara normal,'' kata Bin.

Harga Saham Naik

Meski Bank Mandiri dilanda kemelut ternyata justru berdampak positif pada harga sahamnya.

Saham Bank Mandiri rebound setelah sempat terpuruk akibat didera kasus kredit macet. Pelaku pasar justru semakin mantap karena adanya kepastian soal penanganan kasus ini.

"Keputusan yang cepat ini justru memberi sentimen positif. Harga sahamnya justru mestinya rebound," kata analis pasar modal Haryajid Ramelan, kemarin.

Pada pukul 10.00 WIB, saham Bank Mandiri justru rebound ke level Rp 1.690, bahkan sempat mencapai level tertinggi di Rp 1.700. Padahal saham Bank Mandiri pada perdagangan kemarin sempat merosot Rp 40 menjadi Rp 1.660. (bn,dtc-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA