| Jumat, 13 Mei 2005 | BANYUMAS |
eling elingPenataran Satpam KandatelPURWOKERTO-Untuk mengantisipasi gangguan keamanan di Kantor Telkom, terutama pencurian kabel telepon, 40 anggota satuan pengamanan (satpam) Kandatel Purwokerto belum lama ini mengikuti penataran soal pengamanan dari Polwil Banyumas. Kegiatan itu dilakukan karena sejak Januari sampai April 2005 telah terjadi sembilan kali pencurian kabel telepon di berbagai tempat dengan kerugian sekitar Rp 68,5 juta. Itu belum termasuk kerugian pulsa dan tenaga kerja perbaikan. "Patroli juga ditingkatkan lagi. Bila semula seminggu sekali, kini dua-tiga kali patroli ke lapangan," kata Hubungan Masyarakat Kandatel Purwokerto, Sukarman, kemarin. (G23-53) Seminar RUU tentang KUHP PURWOKERTO - PWI Jawa Tengah Perwakilan Banyumas, Kamis (19/5) mengadakan seminar nasional "Delik Pers RUU tentang KUHP, Ancaman Kebebasan Pers". Seminar itu bakal terselenggara atas kerja sama Suara Merdeka, PWI Banyumas, dan Rektor Unsoed. Pembicara Wakil Ketua Dewan Pers RH Siregar, Prof Dr Nyoman Sarikat (perancang draf RUU tentang KUHP dan dosen hukum pidana di Undip), serta Bambang Sadono SY SH MH (anggota Komisi II DPR yang akan membahas RUU itu). Sekretaris panitia Cubi Effendi, kemarin, menyatakan seminar itu murni akademik. Peserta yang diundang 250 orang terdiri atas akademisi, praktisi hukum, mahasiswa, dan tokoh masyarakat. Hasil seminar akan dikirim ke DPR sebagai masukan bagi tim yang membahas RUU tersebut.(in-53) Alun-alun sebagai Ruang Publik BANJARNEGARA-Alun-alun dahulu menjadi pusat kegiatan ritual keraton. Namun kini kawasan itu menjadi ruang publik. Lokasi alun-alun yang strategis di jantung kota menjadi salah satu penentu perkembangan sebuah kota. Alasan itulah mendasari Bupati Djasri membuat tesis bertema alun-alun. Tesis berjudul "Faktor-faktor yang Menjadi Penentu Perkembangan Fungsi Alun-alun sebagai Ruang Publik" mengantarkan dia meraih gelar magister teknik dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, dengan IPK 3,46. Kamis (18/4) dia diwisuda di auditorium Undip Semarang.(mos-53) Peresmian Kelas Baru SMP 6 BANJARNEGARA - Wakil Bupati H Hadi Supeno, baru-baru ini, meresmikan tiga kelas baru di SMPN 6 Pagedongan. Pembangunan kelas baru itu menghabiskan dana Rp 150 juta dari APBN dan Rp 30 juta rupiah dari swadaya. Dia meminta semua pihak mewaspadai ancaman peningkatan siswa putus sekolah. Tahun pelajaran 2004/2005 ada 32 anak dari Desa Pesangkalan dan Pagedongan, Kecamatan Pagedongan, tak masuk ke SMPN 6 lagi seusai liburan Idul Fitri. Sebagian besar di antara mereka merantau untuk bekerja. Kepala Sekolah Lidya Sujiah SPd mengakui masalah ekonomi menjadi salah satu alasan utama kenapa siswa putus sekolah. Hanya 16 orang dari wali murid 386 orang yang berasal dari PNS. Selebihnya adalah petani. (mos-53) |