logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 12 Mei 2005 PANTURA
Line

Pencuri Dompet di Mushala Dihajar Massa

SLAWI - Supriyadi (35), warga Desa Pruwatan, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, kemarin siang benar-benar apes. Dia diduga mencuri dompet milik seorang pemuda yang tengah shalat zuhur di mushala Ruko Pasar Slawi, Kabupaten Tegal. Laki-laki itu pun digebuki puluhan orang.

Kejadian sekitar pukul 14.00 itu mengejutkan warga yang tengah berbelanja di ruko tersebut. Ibu-ibu berteriak menjerit ketika melihat sejumlah orang menghajar pencopet dengan tangan kosong dan benda tumpul.

Yadi alias Supriyadi yang diduga sebagai pencopet juga berteriak minta ampun namun dia tetap mendapat hadiah bogem mentah dari sejumlah orang yang menangkapnya.

"Ampun, ampun, Mas. Saya tidak mencopet, ampun Mas," kata dia sambil mengiba-iba agar tidak terus-menerus digebuki massa.

Mereka baru berhenti ketika sejumlah aparat Satintelkam Polres Tegal yang berada di lokasi kejadian membawa tersangka.

Hanya Mengambil

Di hadapan Kasatintelkam Polres Tegal, tersangka mengaku setelah shalat melihat sebuah dompet yang ditutupi topi di lantai mushala. Dompet itu kemudian dia ambil dan bawa pergi.

"Saya tidak mencuri tapi hanya mengambil dompet yang ada di lantai. Saya kemudian diteriaki copet dan dihajar puluhan orang sampai begini," ujar Yadi sambil menunjukkan bibirnya yang bengkak dan berdarah.

Nur Abdul Rokhim (24), warga RT 3 RW 4, Desa Kalisapu, Kecamatan Slawi yang menjadi korban pencurian menuturkan, dia saat kejadian tengah mengambil air wudu. Dompet ditaruh di lantai dan ditutupi topi.

Saat menengok ke belakang, dia melihat dompetnya diambil pelaku dan dibawa lari. Cara ampuh untuk mengundang perhatian massa adalah dengan meneriaki copet sambil tangannya menunjuk sang pelaku.

Dalam waktu singkat, pencopet itu pun dapat dibekuk. Barang bukti yang disita adalah dompet korban berisi uang tunai Rp 156.000 dan sejumlah surat-surat penting. (D12-19j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA