| Kamis, 12 Mei 2005 | PANTURA |
Drumer Cilik Asal Kota BatikIngin Berprestasi dalam FestivalJIKA melihat perawakan tubuhnya, mungkin orang tidak mengira bahwa anak berusia 12 tahun ini mempunyai bakat seni yang tinggi dalam menggebuk alat musik drum. Pasalnya, putra pertama pasangan Hernowo Jati dan Diyah Puspasari ini memiliki tubuh yang gendut dan tambun. Namun begitu melihatnya sedang memainkan alat musik tersebut, kita akan dibuat kagum oleh kelincahannya. Begitu pula bila kita melihat prestasi yang pernah diraih. Devino Christie, pelajar kelas I SMP Pius Kota Pekalongan itu berhasil mewakili daerahnya dalam festival drum remaja yang diselenggarakan KMI Interprise di Jakarta, Sabtu (14/5). Yang lebih membanggakan, dari 15 peserta yang ikut dalam festival tersebut, dia adalah satu-satunya wakil dari Jawa Tengah. Bagaimana Vino yang berdomisi di Jalan Peni No 62 Perumahan Bina Griya Kota Pekalongan ini bisa meraih prestasi seperti itu? Laki-laki kelahiran 7 Desember 1992 itu menuturkan, awalnya, dia sering menyaksikan konser musik. Ketika melihat seorang drumer memainkan alatnya, Vino terkesan dan ingin mempelajarinya. "Gerakannya lincah, atraktif, dan menyenangkan," tandas dia. Karena keinginannya untuk berlatih drum tidak bisa ditahan lagi, selanjutnya ia mencari sebuah sanggar musik. Kebetulan di daerahnya ada sanggar yang cukup hebat milik Harun Napitulu, yakni Drummer Camp yang mempunyai alat-alat drum bagus. Mulai saat itulah dia berlatih dan digembleng dengan latihan yang melelahkan. Disinggung soal festival drumer yang akan dihadapinya, dia berharap dapat berprestasi dengan baik. "Saya akan berusaha semampu saya, mudah-mudahan saja prestasi yang saya raih bisa mengharumkan Kota Pekalongan," ujar dia. Sementara itu, ibunda Vino menungkapkan, dirinya tidak menyangka jika anak pertamanya itu cekatan saat memainkan drum. Masalahnya, pada saat Vino duduk di kelas VI sekolah dasar, dirinya mengkursuskan gitar klasik. Anaknya dikursuskan gitar klasik seperti itu karena akan mengikuti lomba siswa teladan di kotanya. "Syarat mengikuti lomba itu peserta harus bisa bermain musik," ujar Diyah kepada Suara Merdeka sambil mengatakan, anaknya akhirnya menjadi juara pertama dalam lomba siswa teladan. Karena itu, ibu dua anak itu merasa heran putranya justru gemar bermain drum. Padahal dia dan suaminya sama sekali tidak pernah menyarankan untuk bermain alat musik tabuh. Namun setelah melihat prestasi anaknya, akhirnya sebagai orang tua mereka memberikan dukungan. Lain lagi yang dikatakan Harun Napitulu yang setiap minggu dua kali memberikan pelajaran ngedrum. Menurutnya, anak didiknya tergolong siswa pintar. Setiap diberi latihan yang sulit, Vino selalu dapat melakukannya dengan baik. Karena itu, menghadapi festival drum di Jakarta kelak, dia memberikan menu latihan dengan tingkat kesulitan yang tinggi, yakni mengiringi lagu grup band asal Amerika, Dream Theatre, yang berjudul "Under a Glass Moon". (Moch Achid Nugroho-52n) |