logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 12 Mei 2005 PANTURA
Line

Diduga Gunakan Uang Pemasangan Listrik

Kadus Siluwak Akhirnya Mundur

BATANG - Tuntutan warga Dusun Siluwak, Desa/Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang yang meminta Rohani meletakkan jabatan selaku bahu (kepala dusun/kadus) akhirnya terkabul. Surat pengunduran diri diajukan setelah warga selesai mengadukan ulah kadus itu kepada Kades Buang.

Selasa (10/5) lalu, warga mendatangi balai desa. Kedatangan mereka untuk meminta agar Kadus Rohani diberhentikan dari jabatannya karena diduga menggunakan uang pemasangan listrik.

Warga datang ke balai desa sejak pukul 09.00, di antara mereka ada juga ibu-ibu yang datang dengan membawa anak-anaknya. Di hadapan Kepala Desa Wonotunggal Buang didampingi Kanit Binamitra Polsek Wonotunggal Aiptu Erwan, warga menceritakan apa yang dilakukan oleh Kadus Rohani.

Menurut keterangan warga, sekitar tahun 2000 lalu Kadus Siluwak selaku koordinator pemasangan aliran listrik baru di dusunnya meminta warga yang berminat membayar uang Rp 850.000 setiap rumah.

Saat itu telah ada 20 orang yang mendaftar untuk pemasangan litrik.

"Saat itu Bahu Rohani mendesak agar kami cepat-cepat menyerahkan uang. Sebab, apabila tidak segera membayar, rumah kami tidak bisa mendapat aliran listrik," ujar Jumi.

Mengetahui hal itu, lanjut dia, sejumlah warga berusaha segera mendapatkan uang. Di antara mereka ada yang sampai menjual ternak, hasil kebun, dan hasil penen sawah dengan harga di bawah normal.

Itu semua agar bisa mereka segera mungkin mendapatkan uang. Setelah itu, mereka menyetor ke Kadus. "Saya terpaksa menjual pesawat TV dan laku Rp 450.000. Ada pula yang menjual kambing, itik, pokoknya apa saja yang penting dapat uang."

Setelah ditunggu beberapa tahun, ternyata aliran listrik yang dijanjikan belum juga terpasang meskipun di rumah yang sudah membayar itu sekarang sudah terpasang kabel.

Setiap masalah itu, dipertanyakan selalu dijawab sebentar lagi. Itu berlangsung lima tahun.

"Kami sudah kesal karena sebagai bahu seharusnya dia memberi contoh yang baik. Akan tetapi, ini kok malah menggelapkan uang pemasangan listrik warga. Karena itu, warga meminta agar Rohani dicopot dari jabatanya selaku Kadus Siluwak," papar Dasroni.

Warga juga meminta perlindungan polisi. Sebab, beberapa waktu lalu ada salah seorang warga saat bertemu dengan Rohani ditantang duel dan diancam.

Sementara itu, Aiptu Erwan meminta agar warga tetap menjaga iklim kondusif di dusun mereka. Jika terjadi sesuatu, diminta untuk tidak main hakim sendiri dan menyerahkannya ke aparat.

"Apabila ada warga yang diancam segera melapor ke Polsek Wonotunggal. Atau karena kantor polisi jauh, saya selaku Babinkamtibmas siap melayani di rumah pun," tegas Kanit Binamitra.

Rohani ketika ditemui kemarin tidak membantah, dirinya telah menarik uang untuk pembayaran listrik dari warganya. Namun, tidak semua membayar Rp 850.000.

"Memang sudah ada yang membayar untuk pemasangan listrik Rp 850.000 tetapi masih banyak yang kurang."

Mengenai tuntutan warga yang memintanya agar meletakkan jabatannya selaku kadus, sudah dia lakukan. Surat pengunduran itu dibuat setelah warga yang ramai-ramai mengadukan ulah dia yang dianggap telah menipu. Saat itu, dia baru saja pulang dari pertemuan dengan kades.

"Karena tuntutan warga hanya mengundurkan diri, ya sudah saya lakukan. Sejak Selasa lalu, saya sudah tidak lagi menjadi Bahu Siluwak," tandas Rohani.(ar-52j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA