logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 12 Mei 2005 PANTURA
Line

Kemasan Pengaruhi Minat Konsumen

KEMASAN menarik suatu produk memang bukan merupakan jaminan produk tersebut bagus untuk ukuran konsumen. Namun, setidaknya merupakan trik dagang yang mau tak mau harus dilakukan produsen.

"Ada kesan, jika barang dikemas menarik, konsumen cepat tertarik kemudian membeli barang itu. Bahkan, ada yang menganggap kemasan yang bagus dari segi higienis dapat dijamin mutunya," papar Ny Endang Yuniarti SH, Bendahara Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Brebes, kemarin.

Belajar dari pengalaman pasar, lulusan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto itu kini sedang berupaya mengajak kalangan pengusaha kecil agar mulai memperhatikan kemasan barang yang mereka pasarkan.

Ini penting agar usaha kecil tidak tergilas usaha sejenis yang lebih besar hanya karena kurangnya pengetahuan tentang pengemasan barang.

Istri tokoh masyarakat Brebes Wahyudin Noor Ally itu mengemukakan, banyak pengusaha kecil kesulitan memperbaiki kemasan produknya.

Persoalan yang mereka hadapi karena kekurangan pengalaman, di samping permodalan sangat terbatas. "Mungkin di angan-angan mereka ingin meniru kemasan yang bagus tapi membuatnya di mana dan modal dari mana. Inilah yang menjadi kendala," ujar aktivis perempuan yang memperkuat srikandi Pemuda Pancasila (PP) itu.

Keterpurukan Bandeng

Endang mencontohkan keterpurukan usaha bandeng presto di Kelurahan Limbangan Wetan, Kecamatan Brebes yang pada 1970-an hingga 1980-an dikenal sebagai penyuplai terbesar bandeng presto Semarang.

Saat itu, pengusaha lokal tahunya hanya mengirim bandeng siap jual saja tapi sama sekali kurang memperhatikan kemasan. Ternyata setelah sampai di Kota Semarang dan kemasan diganti dengan lebih baik dapat dijual dengan harga mahal.

Pengalaman lain pernah dia jumpai ketika menengok produksi terasi dari Desa Sawojajar, Kecamatan Wanasari. Seorang pedagang menjual dengan sistem kiloan. Pedagang lain yang lebih jeli dibuat per potong dengan kemasan menarik sehingga pembeli mudah tergiur merogoh kocek tanpa berpikir asal barang tersebut.

Berkaitan dengan persoalan tersebut, dia melalui organisasinya kini sedang mendata produsen yang mengolah kerajinan makanan ataupun produk lain untuk diberikan wawasan bisnis sehingga mereka mampu keluar dari berbagai kesulitan.

Organisasi juga akan berusaha membantu pemasaran produk, selain mengupayakan permodalan pada para pengusaha kecil, agar bisa bangkit dan sejajar dengan pengusaha lain. "Selama ini mereka memang tidak ada yang membimbing, bahkan sebagian mengatakan repot dengan urusan kemasan," ungkapnya.

Tanpa mengurangi sasaran pasar, wanita itu tetap mempersilakan produsen memproduksi barang dengan kemasan biasa untuk konsumen lokal. "Untuk konsumen lokal tentu berharap harga murah sehingga kemasan tak perlu bagus," imbuh Endang. (Wahidin Soedja-19hj)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA