logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 12 Mei 2005 OLAHRAGA
Line

Tamada Siap Melaju di Le Mans

PARIS- Makoto Tamada bersiap untuk kembali meramaikan persaingan MotoGP. Pembalap Jepang itu telah pulih dari cedera dan bisa tampil dalam MotoGP Prancis di Sirkuit Le Mans, setelah di dua seri sebelumnya absen.

Tamada absen setelah mengalami retak tulang pergelangan tangannya setelah terjatuh saat kualifikasi di GP Portugal bulan lalu. Ia juga harus naik ke meja operasi untuk mengatasi cederanya tersebut.

Tamada sudah mendapatkan lampu hijau dari tim dokternya untuk tampil di Le Mans. Dia diperbolehkan turun dalam lomba akhir pekan ini jika pergelangan tangannya tidak ada masalah saat di free practice dan kualifikasi.

''Saya senang bisa kembali. Ini peluang bagus dan saya akan memanfaatkannya. Saya yakin segala sesuatunya akan berjalan sesuai rencana,'' kata Tamada. ''Saya sudah 100% fit, itu yang paling penting.''

Pembalap Jepang , yang meraih dua kali podium teratas musim lalu itu, sementara digantikan oleh Jurgen van den Goorbergh di GP China, awal Mei lalu. Van den Goorbergh berhasil menempati posisi keenam di GP China

Michelin

Sementara itu, pabrikan ban Michelin khawatir pada cuaca di MotoGP Prancis, yang hingga kemarin sangat sulit diprediksi. Namun Michelin sudah siap mengakomodasi regulasi baru.

Regulasi baru yang dimaksud adalah peraturan soal pergantian ban jika terjadi hujan saat balapan.

Peraturan ini menyebutkan kalau hujan turun maka balapan tidak akan dihentikan. Hanya, pembalap diperkenankan mengganti ban dan motornya sekaligus untuk melanjutkan lomba.

Praktek peraturan ini sudah terjadi pada MotoGP seri kedua di Portugal. Ketika itu, pembalap Honda Sete Gibernau sempat jadi korban setelah terjatuh karena urung mengganti ban saat gerimis sudah turun.

"Peraturan baru membuat segalanya berubah. Tapi peraturan itu sedikit mengkhawatirkan karena bisa menciptakan situasi yang membuat pembalap berlaga dengan ban yang tidak ideal. Di Estroil misalnya, Sete (Gibernau) terjatuh karena melewati trek yang basah dengan ban kering, padahal ketika itu dia sedang memimpin," tutur perancang ban motor Micchelin, Nicolas Goubert, Rabu (11/5).

Menyadari pentingnya ban, Michelin siap mengeluarkan produk terbaiknya. Michelin sendiri adalah produsen ban tunggal seluruh peserta MotoGP 2005.

"Sulit untuk mendapatkan ban kering yang bisa bekerja dengan baik di trek basah. Meski ban kering juga bisa dipergunakan untuk permukaan trek lembab, trek lembab tersebut harus tetap panas. Jika pembalap mengurangi kecepatan motornya terlalu sering, ban akan menjadi dingin dan kehilangan cengkeramannya," jelas Goubert.

Dari tiga seri yang telah berlangsung, cuma MotoGP Spanyol yang berlangsung dalam kondisi kering. MotoGP Portugal berlangsung dengan kondisi basah, sementara MotoGP China berlangsung di bawah guyuran hujan. (ant-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA