logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 12 Mei 2005 OLAHRAGA
Line

Penalti Pupuskan Harapan Persipur

BANTUL-Gol yang diciptakan Aswan Asri dari titik penalti memupuskan harapan Persipur Purwodadi meraih angka pada lanjutan kompetisi Divisi I PSSI. Mereka ditaklukkan tuan rumah Persiba dengan skor tipis 0-1 di Stadion Sultan Agung Bantul, Rabu kemarin.

Yang mengenaskan bagi anak-anak asuhan Hanafi, gol itu terjadi menjelang pertandingan berakhir. Hukuman dijatuhkan wasit Drs Arif Bulqini, setelah libero Fabiano hands ball saat hendak menghalau bola di depan gawang.

Arah bola sudah mampu diantisipasi kiper Sabani Panggabean, sayang laju bola lebih cepat dari jangkauannya. Sekalipun sempat diprotes pemain Persipur, wasit tetap pada keputusannya memberikan tendangan penalti.

Sebenarnya anak-anak Purwodadi mampu menguasai jalannya pertandingan. Mereka beberapa kali membahayakan gawang tuan rumah. Namun penyelesaian akhir kurang sempurna sehingga selamatlah gawang Roni Tri Prasnanto.

Dalam duel individu, terutama di lini tengah, tim tamu sering unggul. Itu mempermudah duet pemain depan Leandro dan Charles Fofe Bility menciptakan peluang.

Sayang, berkali-kali pula kedua pemain impor itu terjebak perangkap offside yang dibangun barisan pertahanan lawan.

Lugas

Di lini belakang, anak-anak asuhan Hanafi juga bermain lugas. Mereka membuat kombinasi serangan lawan berhasil dipatahkan. Duet Busari dan Eko Wijayanto kehilangan ketajamannya.

Patut disayangkan, meski unggul dalam permainan, namun di menit-menit akhir para pemain Persipur sedikit terpancing emosinya. Konsentrasi pun buyar. Kelengahan itu harus dibayar mahal dengan lahirnya tendangan penalti yang akhirnya menghasilkan satu-satunya gol pada pertandingan tersebut.

Hanafi menyesali hasil akhir pertandingan. "Anak-anak tidak mampu menyelesaikan secara optimal peluang yang sudah dibangun. Padahal, sejak menit-menit awal peluang itu terus ada," ujarnya usai pertandingan.

Dia menduga timnya terbebani keinginan memenangi pertandingan. "Tetapi saya tidak tahu mengapa mereka bisa seperti itu," katanya. Dia menyetujui jika dikatakan tim asuhannya lebih unggul permainan ketimbang tuan rumah.

Pelatih Persiba Cornelis Soetadi berkali-kali menyatakan rasa syukur karena tim asuhannya mampu lolos dari lubang jarum dan memetik poin penuh. "Kelihatannya anak-anak terlalu tegang, sehingga permainan mereka malah kacau," jelasnya seraya menambahkan lawannya merupakan tim tangguh. (sgt-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA