logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 12 Mei 2005 OLAHRAGA
Line

PSS Happy Ending di Putaran I

SLEMAN -PSS mengakhiri putaran pertama Liga Djarum Indonesia 2005 dengan happy ending, setelah kemarin petang mengandaskan Persekabpas Pasuruhan 3-0 (3-0) di Stadion Tridadi, Sleman. Tiga gol tuan rumah masing-masing diciptakan Denilson Da Silva pada menit ke-13, Muhammad Eksan (42) dan M Ansori menjelang babak pertama berakhir.

Hasil yang diraih Seto Nurdiyantara dan kawan-kawan ini memuaskan 3.000 suporter yang tergabung dalam Slemania. Kegemilangan tim yang bermarkas di lereng Gunung Merapi ini juga membuat puas Pelatih Daniel Roekito dan manajemen PSS.

Kemenangan itu sekaligus meningkatkan peringkat mereka. ''Ini hasil yang cukup menggembirakan. Terus terang saya bangga dengan permainan anak-anak, karena di pertandingan terakhir mampu memberikan hasil yang cukup baik dan menyenangkan,'' kata Roekito usai pertandingan.

Mantan pelatih PSIS ini menginstruksikan para pemainnya untuk tampil menyerang. Intruksi ini betul-betul dikerjakan para pemainnya, dalam pertandingan yang dipimpin wasit Puji Suprayitno ini.

Hasilnya, pada menit ke-13, Denilson Da Silva mampu mengecoh kiper Samosir Tamani. Gol ini langsung disambut gembira para suporter yang berada di tribune terbuka sebelah timur. Gol itu terjadi setelah Danilson mendapat umpan datar dari Seto Nurdiyantara.

Ketinggalan 0-1, anak-anak ashan Subangkit mencoba bangkit. Namun serangan yang dibangun Marzuki Badriawan cs selalu kandas setelah berhadapan dengan pemain belakang tuan rumah yang digalang Anderson, Kahudi dan Nugroho.

Hujan Batu

Dalam partai lain, Persikota menjamu Persib Bandung di Stadion Benteng, Tangerang. Pertandingan ini diakhiri dengan hujan batu yang tertuju pada kedua tim yang masih berada di lapangan. Lemparan-lemparan batu ini mengenai dua wartawan yang meliput pertandingan tersebut.

Hujan batu terjadi beberapa saat setelah pertandingan Persikota dengan Persib yang dipimpin oleh wasit Purwanto itu berakhir dengan kedudukan 0-0. Tidak diketahui kelompok suporter mana yang memulai lontaran batu dan beragam benda tersebut ke tengah lapangan. Aparat keamanan dari kepolisian terpaksa membuat pagar betis pada pemain dari kedua tim yang masih berada di lapangan.

Menurut keterangan Merdi Iskandar, wartawan Warta Kota yang terkena lemparan batu di bagian bahunya sehingga mengeluarkan darah, panpel pertandingan sebenarnya sudah melakukan langkah antisipasi awal yang baik.

Mereka menempatkan ratusan suporter Persib satu blok di sebelah kanan tribune, sedangkan suporter tuan rumah dari Benteng Mania Football Club (BMFC) menguasai blok lainnya. (sgt,wgm-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA