| Kamis, 12 Mei 2005 | OLAHRAGA |
Rini Di-PHK, Hery Lapor GubernurSEMARANG- Pelatih klub atletik PPT Migas Cepu, Hery Sutiono, melaporkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) atas Rini Budiarti yang akan dilakukan oleh Pusdiklat Migas Cepu, ke Gubernur Jateng H Mardiyanto, Selasa (10/5) lalu. Selain melaporkan kasus yang menimpa anak didiknya tersebut ke Gubernur, Hery juga mengadukannya ke Ketua KONI Jateng H Murdoko, yang juga Ketua DPRD Jateng. ''Kalau saya tidak menempuh langkah ini, siapa lagi yang mau memperjuangkan nasib mereka,'' jelas Hery. Dia mengaku bangga, karena apa yang disampaikannya kepada orang nomor satu di Jateng itu mendapat respons positif. ''Kami diminta untuk membuat laporan kronologisnya tentang PHK Rini. Kemudian secepatnya diserahkan ke kantor gubernur,'' tandasnya. Hery, yang juga menjabat Wakil Ketua Bidang Pembinaan Pengda PASI Jateng, tergolong berani. Soalnya, selain sebagai pelatih klub PPT Migas Cepu, dia juga berstatus sebagai karyawan tetap di Pusdiklat Migas tersebut. ''Saya siap menanggung akibatnya. Semuanya saya lakukan untuk masa depan atlet. Mereka sewaktu - waktu siap membela bangsa dan negara. Saya tidak khawatir dengan nasib saya, apalagi dua tahun lagi saya pensiun.'' Rini Budiarti, atlet yang akan mewakili Indonesia ke Universiade di Turki, September mendatang, sebelumnya adalah atlet DIY. Dari DIY dia bergabung dengan klub PPT Migas karena alasan pekerjaan. Tetapi setelah berprestasi, dengan merebut dua medali perak dan satu perunggu di PON XVI Palembang, dia justru mendapat perlakukan seperti itu. Tenaga Kontrak Hery menduga, pemutusan hubungan kerja itu terkait dengan status Rini sebagai atlet nasional, sehingga sering meninggalkan pekerjaan. Tiga hari lalu dia baru pulang dari Thailand Open, membawa medali perunggu. Selain itu, PHK Rini tampaknya juga terkait dengan status 171 tenaga kontrak yang sekarang ada di Pusdiklat Migas. Beberapa waktu lalu, pemerintah telah melakukan penyaringan CPNS secara nasional, di mana 38 formasi di antaranya dialokasikan untuk Pusdiklat Cepu. Rini ternyata tidak termasuk dalam daftar 38 CPNS yang lolos. ''Dari 38 orang yang lolos ini, nantinya akan menggantikan 171 tenaga kontrak. Jadi mulai bulan depan, 171 tenaga kontrak akan dikurangi 38 orang. Yang kami pertanyakan, kenapa Rini Budiarti harus masuk dalam daftar 38 karyawan yang akan di PHK bulan depan?'' Hery menjelaskan, dirinya sudah melakukan pendekatan ke pimpinan dengan harapan pelari jarak menengah ini bisa lolos dari rencana PHK tahap pertama, tetapi tidak membuahkan hasil. ''Kalau itu sudah merupakan aturan, kami tidak bisa berbuat apa - apa. Tetapi apakah tidak ada kebijakan, mengingat apa yang telah dilakukan atlet kami. Rini memang sering meninggalkan pekerjaan, tapi itu untuk kepentingan bangsa dan negara. Membela negara hukumnya wajib.'' Selain mengeluhkan nasib Rini, pelatih timnas SEA Games XXIII ini juga tengah memikirkan nasib pelari nasional jarak jauh Noce Matital, dan peraih medali perunggu PON XVI nomor tolak peluru, Sulastri yang sampai saat ini masih menganggur. (C16-40) |