logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 12 Mei 2005 NASIONAL
Line

SOSOK

Berperan Jadi Pelacur


SM/dok

IBARAT air laut yang pasang surut. Itulah gambaran hadirnya Oppie Andaresta di industri hiburan. Setelah lama tak terdengar, Oppie akan kembali menyapa publik

Wanita yang kerap tampil dengan dandanan etnik ini akan bermain dalam pertunjukan Bengkel Teater pimpinan WS Rendra. Oppie akan berperan sebagai pelacur.

Untuk mempersiapkan aksi panggungnya, Oppie yang telah menikah dengan Kurt, pria asal Amerika Serikat, harus berlatih intensif selama dua bulan.

"Pertama-tama susah. Saya belum pernah main teater secara serius. Tapi kan saya berproses dan latihan. Lagipula baru kali ini saya dapat peran jadi pelacur. Yang jelas, sangat menantang," ungkap Oppie, Rabu (11/5).

Aksi Oppie akan digelar bulan Juni mendatang. Dalam pertunjukan bertitel "Sobrat" itu, Oppie akan bermain bersama Clara Shinta, putri WS Rendra. (dtc-43)

***

Dipercaya Depdagri

KARIER wanita yang satu ini memang cukup cemerlang. Setelah dipercaya menduduki jabatan di lingkungan Pemprov Jateng, dia kini dipercaya berkiprah di Depdagri. Dialah Kepala Disnakertrans Jateng Diah Anggraeni SH MM, yang hari ini akan dilantik Mendagri M Ma'ruf sebagai Kepala Badan Diklat Depdagri. Eselonnya naik menjadi IA setara dengan dirjen dan sekjen.

Menurut Diah, pelantikannya itu akan dilaksanakan di Sasana Bhakti Praja Lt III Gedung Depdagri Jl Medan Merdeka Utara 7 Jakarta Pusat.

''Semuanya serba mendadak. Saya tidak tahu, tiba-tiba saja mendapat surat dari Jakarta. Mungkin selama ini telah ada komunikasi mengenai penempatan saya antara Pak Mendagri dan Pak Gubernur Jateng,'' katanya.

Sebelum menjabat kepala Disnakertrans, sulung dari delapan bersaudara pasangan Soemanan-Hj Soewarti ini pernah menjabat kepala Badan Diklat Provinsi Jateng. ''Ya, saya orang diklat provinsi yang dipercaya ngurusi diklat Depdagri. Dengan kepercayaan yang lebih besar, saya harus ekstrahati-hati.''

Istri Kol (Pur) Inf H Bambang Priyoko SIP itu mengaku belum memikirkan rencana ke depan. Apakah akan nglajo atau menetap di Jakarta selama menjabat. Karena tiga putra-putrinya masih sekolah di Semarang. Maka dia mengaku harus berpikir ulang untuk hijrah ke Jakarta bersama keluarganya.

''Saat ini saya harus konsentrasi terhadap pekerjaan di depan mata. Mudah-mudahan saya bisa mengemban amanah secara baik,'' jelasnya.

Dia mengatakan, jabatan yang akan diembannya selain menjadi tanggung jawab yang tersemat di kedua pundaknya, juga sebagai ''hadiah'' dari Allah SWT. Sebab, beberapa hari terakhir dia cukup pusing atas pemberitaan sebuah tabloid lokal yang menudingnya bermain dalam hal pengiriman TKI angkatan 144 pemagangan ke Jepang. Repotnya lagi, dasar berita itu adalah surat kaleng yang tak jelas pengirimnya.

Diah mengklarifikasi kepada Direktur Pelatihan Ditjen Binapendari Depnakertrans Drs Togarisman. Ternyata, tidak ada peserta dari Jateng pada angkatan 144 tersebut. Kalaupun ada, berarti perekrutannya tidak di Jateng.

''Barangkali ini buah dari ujian yang diberikan Allah SWT kepada saya,'' katanya bersyukur. (Ali Arifin-14t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA