| Kamis, 12 Mei 2005 | NASIONAL |
Mardijo cs Segera DipecatSEMARANG-Pemecatan sejumlah kader PDI-P Jateng yang masuk ke jajaran Gerakan Pembaruan PDI-P tampaknya tinggal tunggu waktu. Setelah memecat 12 kader partainya, DPP PDI-P kemarin memanggil Ketua DPD PDI-P Jateng Murdoko. Pemanggilan itu terkait dengan inventarisasi nama kader partai tersebut yang intens terhadap Gerakan Pembaruan PDI-P. ''Kami diminta lagi untuk menginventarisasi orang PDI-P yang aktif di luar partai tanpa koordinasi struktural,'' ungkap Murdoko usai memenuhi panggilan DPP, Rabu (11/5). Dia mengungkapkan, daftar inventarisasi nama tersebut diterima oleh Sekjen DPP Pramono Anung. Inventarisasi itu untuk memperkuat dan memperjelas nama-nama yang bakal dikenai sanksi tegas, yaitu pemecatan. Soal kapan pemecatan itu, menurut dia, diserahkan dan menjadi kewenangan DPP. ''DPD hanya mendata kader-kader yang selama ini terus kami pantau keterlibatannya di luar garis struktural partai. Tidak lama lagi surat pemecatan bakal turun,'' paparnya. Seperti diketahui, Gerakan Pembaruan PDI-P tak main-main untuk lepas dari PDI-P pimpinan Megawati Soekarnoputri. Pada Minggu (1/5) di Panti Marhaenis, Jalan Brigjen Katamso, gerakan itu menetapkan kepengurusan pimpinan kolektif. Penetapan itu dihadiri antara lain Mardijo, Roy BB Janis, Laksamana Sukardi, Pius Lustrilanang, Posdam Hutasoit, Didik Supriyanto, Chandra Wijaya, dan Noviantika Nasution. Mereka menyepakati pengurus kolektif Gerakan Pembaruan PDI-P dengan ketua Harian Mardijo, sekretaris Slamet Riyono, wakil sekretaris Eko Pudjo Aksomo dan Agus Teguh, bendahara Baroto Hadi, wakil bendahara Yahya Eko Wardoyo dan Hudiningsih. Sementara itu, Mardijo ketika dimintai konfirmasi menyatakan tidak terkejut atas adanya pecat-memecat. (G1,G7-34t) |