logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 12 Mei 2005 NASIONAL
Line

Sukses Mobil Listrik


UJI COBA SUKSES: Mobil listrik Colt EV buatan Mitsubishi sukses menjalani uji coba menempuh jarak sejauh 140 km. Perusahaan otomotif Jepang ini siap memasarkan produk ini pada 2010.(25) - SM/AFP

KYODO - Mitsubishi Motors Corp melakukan uji coba mobil listrik baru, Rabu kemarin. Kendaraan itu memiliki mesin di roda dan dilengkapi dengan baterai tahan lama. Menurut rencana, mobil listrik itu dipasarkan pada 2010.

Umumnya, kendaraan elektrik konvensional menempatkan mesinnya di sasis. Namun, mesin Colt EV buatan Mitsubishi itu berada di roda.

Dengan demikian, pengaturan torsi dan rem dapat dilakukan secara terpisah di masing-masing roda. Sehingga, mobil itu tidak membutuhkan transmisi atau komponen mekanik lain yang kompleks.

Colt EV juga menggunakan teknologi baterai lithium-ion. Teknologi itu memiliki keunggulan daya tahan dan besaran energi dibandingkan baterai lain yang juga dapat diisi ulang.

Kendaraan masa depan itu dapat menjelajah sejauh 150 kilometer untuk tiap kali pengisian baterai.

Mitshubishi akan memfokuskan pada pengembangan kendaraan-kendaraan elektrik baru. Sebab, biaya pengembangannya jauh lebih murah ketimbang kendaraan berbahan bakar minyak atau kombinasi minyak-listrik.

Perusahaan pembuat mobil itu telah menyusun program rekonstruksi. Tujuannya, untuk memulihkan nama baik perusahaan itu setelah ada kasus menutup-nutupi kelemahan produknya pada 2000.

Colt EV akan dipamerkan di Pameran Rekayasa Otomotif 2005 yang diselenggarakan di Yokohama 18-20 Mei.

"Bagi perusahaan dengan angka penjualan kecil seperti kami, terobosan ini menjadikan kehadiran kami sangat berguna," kata Tetsuro Aikawa, manajer pengembangan produk dan riset lingkungan, di markas perusahaan itu di Tokyo.

Angka penjualan Mitsubishi merosot drastis sejak lima tahun lalu. Saat itu, perusahaan tersebut mengakui telah secara sistematis menyembunyikan kelemahan produk-produknya.

Produksinya di seluruh dunia Maret lalu menurun 11 persen dibandingkan dengan periode yang sama setahun sebelumnya. Itu merupakan kemerosotan selama 11 bulan berturut-turut dalam setahun.

Aikawa mengatakan, mobil listrik yang ramping itu telah menjelajah sejauh 148 kilometer. Baterai mobil itu dapat diisi di rumah, seperti halnya mengisi baterai telepon seluler.

Mitsubishi menargetkan, kaum perempuan bakal menggunakan Colt EV untuk mengantar-jemput anak mereka ke sekolah, berbelanja, dan perjalanan jauh. Kaum perempuan pasti senang memiliki mobil yang tidak perlu berhenti di pom bensin itu.

Biaya pemakaian mobil listrik itu akan sedikit lebih murah ketimbang kendaraan berbahan bakar minyak. Diharapkan pemerintah memberikan bantuan agar harga jualnya tetap murah. Keunggulan lain, mobil itu sangat ramah lingkungan.

Menurut Mitsubishi Motors, mobil itu kemungkinan akan dijual dengan harga di bawah dua juta yen (sekitar Rp 180.000.000). Namun, perusahaan itu belum memutuskan apakah Colt EV akan diekspor atau tidak.

Saat ini, kendaraan elektrik telah tersedia dalam jumlah terbatas di seluruh dunia. Namun, biaya produksi untuk jumlah besar masih terlalu mahal.

Mobil-mobil itu juga punya kelemahan, yakni baterainya harus diisi ulang. Pengguna harus menemukan tempat yang tepat untuk mengisi baterai.

Toyota Motor Corp, juga dari Jepang, telah berhasil memasarkan mobil berteknologi hibrida. Artinya, mobil itu menggunakan bahan bakar minyak dan listrik.

Perusahaan-perusahaan besar di seluruh dunia sedang membuat jenis mobil yang juga ramah lingkungan. Mobil itu berbahan bakar hidrogen.(rtr-ben-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA