| Kamis, 12 Mei 2005 | INTERNASIONAL |
Zat Oranye Masih Timbulkan Cacat GenetikHANOI - Inilah kejahatan perang Amerika yang seolah terlupakan dunia. Tiga puluh tahun setelah perang Vietnam-Amerika berakhir, hubungan keduanya masih tegang karena dampak senjata kimia Amerika Serikat yang paling berbahaya, Agent Orange (Zat Oranye) masih muncul hingga kini. Orang Vietnam yakin pembunuh rumput yang sangat keras itu - yang penggunaannya dimaksudkan untuk menghancurkan semak-semak dan hutan yang menjadi tempat berlindung tentara perlawanan Vietkong - menjadi penyebab cacat genetik di kawasan-kawasan yang disemprot. Nguyen Trong Nhan, dari Himpunan Korban Zat Oranye Vietnam dan juga bekas ketua Palang Merah Vietnam, berpendapat penggunaan Zat Oranye merupakan ''kejahatan perang''. Dia mengatakan kepada BBC World Service bahwa kemiskinan di Vietnam merupakan hasil langsung dari penggunaan Zat Oranye. ''Mereka adalah yang termiskin dan paling rentan. Itulah sebabnya mengapa Vietnam menjadi satu negara yang sangat miskin,'' katanya. ''Kami membantu para korban Zat Oranye dan dioksin, tetapi kemampuan pemerintah kami sangat terbatas.'' Para aktivis seperti Nguyen yakin mereka tidak punya banyak pilihan kecuali melakukan langkah hukum, dan di tahun 2004 dia mengajukan perusahaan-perusahaan kimia yang membuat Zat Oranye ke pengadilan di Amerika Serikat. Tetapi bulan lalu seorang hakim distrik federal Amerika menampik kasus itu dengan alasan bahwa penggunaan zat kimia penggundul hutan itu tidak melanggar hukum internasional pada waktu itu. Banding untuk keputusan itu sudah diajukan. Amerika menyemprotkan 80 juta liter zat kimia beracun semasa Operasi Ranchhand. Banyak zat yang digunakan, termasuk merah-muda, hijau, dan putih, tetapi Zat Oranye yang paling banyak dipakai - 45 juta liter yang mencakup seper-sepuluh wilayah Vietnam. Zat itu juga digunakan di berbagai bagian Kamboja, tetangga Vietnam. Tetapi Zat Oranye dicampur dengan dioksin yang sangat berbahaya bagi manusia. Dioksin berakumulasi di dalam tubuh yang kemudian menyebabkan kanker. Setiap orang yang makan atau minum di kawasan tercemar, akan terkena dosis yang lebih tinggi lagi. Penderitaan Penyemprotan dihentikan pada tahun 1971 setelah dilancarkan lebih 6,000 kali misi penyiraman dan setelah banyak protes dari publik. Tetapi hamparan tanah di banyak kawasan Vietnam masih tercemar oleh Zat Oranye. Sejumlah orang di daerah-daerah itu yakin mereka adalah korban zat kimia itu. Seorang wanita mengatakan herbisida menyebabkan penyakit kulit yang membuat dia sangat menderita. ''Kalau pemerintah Amerika Serikat dan pemerintah Vietnam perduli pada orang seperti saya, alangkah baiknya itu,'' kata wanita tersebut. Seorang pria mengatakan kakinya tak bisa digunakan akibat Zat Oranye. ''Ketika saya menyadari bahwa saya sudah tercemar zat kimia beracun, dan pemerintah Amerika tidak berbuat apa pun untuk membantu, saya merasa sangat sedih dan itu membuat saya menangis,'' katanya menambahkan. Banyak yang belum lahir ketika Amerika menyirami daerah itu, namun ada bukti kuat bahwa zat-zat kimia masih menimbulkan dampak. Sejumlah besar anak-anak di daerah-daerah yang disemprot, lahir dengan berbagai gangguan - baik mental maupun fisik. Banyak yang sangat rentan terhadap kanker dan penyakit. Para dokter Vietnam yakin Zat Oranye-lah yang menjadi penyebabnya.(bbc-gn-25) |