| Jumat, 06 Mei 2005 | SALA |
Wisata Ziarah Ki Ageng RonggowarsitoDari Cari Jodoh sampai Nomor JituNAMA besar pujangga Raden Ngabei Ronggowarsito memang sudah tidak diragukan lagi popularitasnya. Dia tak hanya dikenal di Jawa Tengah, tapi juga di daerah lain. Walau sudah lama berpulang, dia dan karya-karyanya masih terus dikenang. Makamnya terletak di Desa Palar, Kecamatan Trucuk, Klaten. Sebuah desa yang tenang dan jauh dari hirup pikuk keramaian kota. Namun pada hari-hari tertentu banyak peziarah mendatangi makam tersebut. Mereka tak hanya berasal dari Klaten, tapi juga dari luar Klaten. Kini makam Ronggowarsito sudah dibangun sedemikian rupa, bahkan bangunan cungkup makamnya sudah dipugar dengan dana Rp 75 juta. Bila kita masuk ke dalam cungkup makam, ada makam paling besar terletak di sebelah utara paling barat. Itulah makam Ronggowarsito. Makamnya terbuat dari batu pualam putih bertuliskan huruf jawa. Terdapat empat pilar di sekeliling makam lengkap dengan kelambu putih. Di depan makam ada tempat bagi para peziarah untuk menaruh bunga dan berdoa. Di sebelah timur makam besar itu ada makam yang ukurannya cukup besar. Itulah makam Raden Ayu Gombak, istri pertama Ronggowarsito yang berasal dari Kediri. Di sebelahnya lagi makam istri keduanya, Raden Ayu Dewatawati dari Keraton Mangkunegaran Solo. Di sebelahnya lagi makam putra tunggalnya, Raden Manguwardono dan istrinya, sedang di sebelah selatan deretan makam tersebut ada makam lima cucu Ronggowarsito. Makam-makam itu terletak lebih tinggi dari makam-makan yang lain dan dikatakan sebagai keluarga besarnya. Jumat Kliwon Sampai kini, makam Ronggowarsito tak pernah sepi dari pengunjung. Ada yang datang karena ingin melihat kenangan tentang kebesaran seniman Ronggowarsito. Menurut keterangan yang dihimpun, banyak pula yang datang dengan maksud khusus. Mereka sengaja datang dan berdoa di depan makam untuk suatu permohonan. Ada yang meminta agar dagangannya laris, ada yang minta enteng jodoh, ada juga yang minta supaya rukun dengan pasangannya. Namun banyak pula orang yang datang berharap diberi inspirasi sehingga mendapatkan pasangan nomor buntut yang jitu. ''Para peziarah yang datang ke sini bisa minta apa saja yang mereka inginkan. Ada yang minta jualannya laris, ada yang minta jodoh, ada pula yang minta nomor. Apa saja boleh diminta,'' kata Gino Sukarto (73), warga Dukuh Kedon, Desa Palar, Kecamatan Trucuk, Klaten. Pria beranak delapan dan 18 cucu itu sudah menjadi juru kunci makam sejak 1952. Menurut pengakuannya, makam itu sering dikunjungi peziarah pada malam Jumat. Namun yang paling ramai adalah malam Jumat Kliwon. Selama menjadi juru kunci dia tidak digaji. ''Sejak pertama kali menjadi juru kunci saya belum pernah digaji oleh pemerintah. Saya ini hidup dari para peziarah yang ninggali uang untuk saya,'' kata Gino. Biasanya para pengunjung tak hanya mengunjungi makam Ronggowarsito, tapi juga makam cikal bakalnya yang terletak di sebelah timur cungkup makam terbesar. Selain itu, peziarah juga sering mengunjungi sumur sabda di pojok timur laut kompleks makam tersebut. Menurut Kepala Kantor Pariwisata Klaten Drs Sapto Aji, wilayah tersebut akan dikembangkan menjadi objek wisata. Pihaknya telah menggandeng biro perjalanan untuk menjajaki kemungkinan membuat paket wisata ke sana. ''Kami sudah melakukan renovasi makam dan akan membangun bangsal di depan agar para pengunjung yang akan melakukan tirakat mendapat tempat,'' kata Sapto Aji. (Merawati Sunantri-16n) |