| Jumat, 06 Mei 2005 | SALA |
Pedagang Pasar Delanggu Minta Subsidi Rp 5 M
KLATEN - Himpunan Pedagang Pasar Delanggu (HPPD) Klaten meminta Pemkab menyediakan subsidi harga kios bagi para pedagang lama Rp 5 miliar. Permintaan itu sudah disampaikan ke Bupati H Haryanto Wibowo dan sudah disanggupi. ''Kami sudah menghadap Bupati untuk membicarakan masalah subsidi bila Pasar Delanggu jadi direnovasi. Bupati sudah menyatakan sanggup menyediakan subsidi Rp 5 miliar,'' ungkap Dimyati, salah seorang pengurus HPPD. Semula para pedagang lama keberatan dengan harga kios yang ditetapkan investor CV Arya Mandala karena terlalu tinggi. Karena itu, mereka minta pemerintah untuk memberi subsidi bagi pedagang lama agar tak tergusur. ''Kami minta subsidi Rp 5 miliar. Jika tahun ini Pemkab belum punya uang, tahun depan tidak apa-apa, yang penting subsidi tetap diberikan,'' ujarnya. Menanggapi permintaan para pedagang, pendamping HPPD H Alim Muhammad menyarankan, sebaiknya kesepakatan antara HPPD dan Bupati tentang subsidi itu diwujudkan dalam bentuk perjanjian hitam di atas putih. Bila perjanjian hanya lisan dan terjadi pergantian bupati (karena ada pilkada akhir 2005 ini) maka bisa saja tidak dipegang oleh bupati baru. Akan tetapi kalau diwujudkan dalam perjanjian tertulis, HPPD tetap bisa menuntut kepada bupati baru nantinya. ''Jika diwujudkan dalam perjanjian tertulis, yang menyetujui subsidi Rp 5 miliar itu bupati sebagai lembaga, bukan sebagai perorangan,'' ungkap Alim. Masih Menanti Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Drs Anang Widayaka mengungkapkan, DPRD masih menanti tindak lanjut eksekutif soal perkembangan rencana renovasi Pasar Delanggu. Namun, sejauh ini eksekutif belum membicarakan soal kesediaan Bupati memberi subsidi Rp 5 miliar. ''Kalau Bupati sudah menyepakati itu, seharusnya segera diberitahukan pada kami karena masalah yang menyangkut anggaran melekat di DPRD,'' ungkap Anang, Rabu (4/5). Menurut penuturannya, sulit untuk mencarikan dana Rp 5 miliar dari APBD 2005 karena saat ini Klaten sedang berkonsentrasi menyelenggarakan pilkada. Dari perhitungan APBD 2004, hanya ada tambahan sisa dana Rp 2,6 miliar sehingga untuk menutup biaya pilkada saja tidak cukup. Sebelumnya, Pasar Delanggu akan direnovasi menjadi bangunan dua lantai dengan biaya sekitar Rp 27 miliar. Sayang, seluruh investasi dibebankan kepada para pedagang sehingga harga kios menjadi sangat mahal hingga Rp 8 juta/m2. Para pedagang minta agar biaya yang dibebankan kepada mereka hanya harga kios yang mereka tempati saja. Dimyati pernah menyoroti harga kios di Pasar Delanggu yang mahal. Dia membandingkan dengan Pasar Sunggingan Boyolali. Biaya renovasi Pasar Sunggingan menjadi dua lantai hanya Rp 8 miliar, sedangkan pasar Delanggu Rp 27 miliar. (F5-16j) |