logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 06 Mei 2005 SALA
Line

Pesawat Latih Bravo AS 202 Nyungsep

NGEMPLAK - Pesawat latih jenis bravo AS 202, nyungsep di tegalan Dusun Gaten, Dibal, Ngemplak, Boyolali. Diduga kuat pesawat capung tersebut tergelincir akibat mesin mati sebelum tiba di Landasan Pacu Adi Sumarmo, Solo, Rabu (4/5) siang.

Pesawat latih Skuadron Pendidikan (Skadik) 101 milik TNI-AU Adi Sucipto Yogyakarta yang biasa digunakan untuk latihan terbang tersebut nyungsep di sisi tenggara Pangkalan Adi Sumarmo pada pukul 12.45. Meski kecelakaan tersebut menyebabkan roda pesawat pecah, as roda patah dan sayap pesawat mengalami kerusakan, dua awak pesawat selamat.

Sejumlah saksi mengatakan, musibah yang dialami pesawat itu terjadi saat akan landing, tiba-tiba mesin pesawat yang biasa menderu keras itu mendadak mati.

"Pesawat sebenarnya sudah mengarah ke landasan Adi Sumarmo, namun sebelum sampai landasan, pesawat itu nyungsep ke tegalan, kurang lebih 10 meter dari bibir landasan pacu," kata Warso ataupun saksi lain yang tinggal tidak jauh dari lokasi kecelakaan itu.

Pesawat bravo buatan Inggris bernomor register LM 2017 itu mengalami nahas seusai digunakan latihan terbang oleh Juwanto, seorang prajurit siswa Stadik 101. Pesawat latih warna abu-abu itu diterbangkan Juwanto didampingi instrukturnya Mayor (Pnb) Murjoko sekitar pukul 10.15.

Beberapa saat pesawat itu melintas di udara, tepatnya di atas perkampungan Dibal dan Gagaksipat, Ngemplak, Boyolali. Sekitar pukul 11.45, pesawat latih dengan panjang sekitar sembilan meter tersebut hendak mendarat.

Ban Pecah

Namun menjelang mendarat, mesin pesawat diduga mati sehingga proses pendaratan hanya sampai di bibir landasan sisi tenggara. Pesawat yang tergelincir di dekat landasan pacu itu menimbulkan suara ledakan akibat ban pesawatnya pecah.

Beberapa saat setelah pesawat nyungsep, tidak lama kemudian langsung ditangani petugas dari TNI-AU Adi Sumarmo. Seputar areal tempat pesawat tergelincir dijaga ketat aparat sehingga warga kampung Gaten, Dibal, Ngemplak, Boyolali, yang letaknya tidak jauh dari lokasi itu tidak dapat mendekat.

Begitu pula para wartawan tidak dapat masuk ke lokasi saat evakuasi pesawat berlangsung. Pesawat capung itu berhasil dinaikkan ke truk TNI-AU sekitar pukul 13.00 dan diangkut ke Lanud Adi Sumarmo.

Tergelincirnya pesawat latih itu menyebabkan jadwal penerbangan pesawat yang take off dari Bandara Adi Sumarmo tertunda hingga satu jam. Adapun pesawat yang tertunda penerbangannya adalah Garuda bernomor penerbangan GA 225 dengan tujuan Jakarta.

Komandan Lanud Adi Sumarmo Kolonel (Pnb) Potler Gultom mengatakan, meski mesin pesawat itu mati sebelum mendarat, penyebabnya masih diselidiki. Menurut dia, proses pendaratan sudah sesuai dengan prosedur.

Untuk memastikan penyebabnya, akan ada tim tersendiri untuk meneliti. Pesawat nahas itu hingga kemarin masih berada di Lanud Adi Sumarmo.

Seperti diketahui, pesawat latih jenis bravo itu kerap digunakan untuk latihan terbang bagi prajurit skuadron pendidikan (Stadik) 101 TNI-AU Adi Sucipto, Yogyakarta. Bandara Adi Sumarmo sering digunakan untuk penerbangan ataupun pendaratan. (G11,san-18n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA