| Jumat, 06 Mei 2005 | OLAHRAGA |
Yoyok Sukawi Puas, Saiful Ilah ProtesSEMARANG-Manajer Tim PSIS Yoyok Sukawi sangat puas dengan hasil dan permainan Indriyanto Nugroho dan kawan-kawan pada pertandingan lawan Deltras Sidoarjo di Stadion Jatidiri, Rabu lalu. Kemenangan 2-0 tersebut merupakan modal untuk bertahan di papan atas klasemen sementara Wilayah I Kompetisi Liga Djarum 2005. Beda dengan Yoyok, Manajer Deltras Saiful Ilah kecewa. "Wasit kurang fair. Itu me-rupakan salah satu sebab yang membuat pa- ra pemain kami terpancing emosinya," tuturnya. Dia menyesalkan pemukulan yang dilakukan Emmanuel de Porras terhadap Hilton Moreira saat pertandingan. Dia akan melaporkan pemukulan tersebut kepada PSSI. Kapten tim John Scarlet sudah menulis protes tersebut di laporan pengawas pertandingan (PP). "Porras akan kami laporkan. Dia telah memukul pemain kami. Bukti rekaman videonya sudah kami persiapkan dan akan segera kami kirim," tegasnya. Pelatih Deltras Yusack Sutanto menyatakan permainan yang ditampilkan John Scarlet cs keluar dari skema yang ditentukan. Mereka cenderung panik menghadapi gempuran-gempuran lawan. Selain itu, banyak pemainnya yang emosional sehingga membuat permainan tidak bisa berkembang. "Di babak pertama anak-anak kurang tenang dan emosi. Permainan rapat yang sudah saya instruksikan kepada mereka tidak jalan," kata Yusack. Motivasi Menurut Yoyok, para pemain PSSI tampil semangat dan disiplin. "Saya puas dengan hasil dan permainan mereka," tegas Yoyok yang juga berharap kemenangan tersebut dapat memotivasi timnya untuk kembali meraih tiga poin pada pertandingan terakhir putaran pertama, Minggu lusa (8/5) di Stadion Jatidiri lawan Persekap Pasuruan. Dia mengakui, pada babak pertama Indriyanto Nugroho dan kawan-kawan sangat emosional. Hal itu disebabkan lawan memeragakan permainan keras menjurus kasar. Para pemain terprovokasi sehingga larut dalam permainan mereka yang emosional. "Para pemain terbiasa menghadapi lawan-lawan yang mengandalkan teknik. Jadi, saat melawan Deltras yang tipe permainannya keras, mereka sempat kaget dan terprovokasi sehingga emosional," katanya. Pada babak kedua, Indriyanto Nugroho cs mulai bisa mengendalikan emosi. Mereka bermain dalam tempo lambat. Serangan-serangannya pun lebih terencana dan rapi. Meski banyak peluang, namun di babak kedua itu pasukan mahesa Jenar tidak berhasil menambah gol. Pasalnya, lawan Deltras lebih banyak bertahan dan berkumpul di kotak penalti. Hal itu membuat para pemain tuan rumah sulit me-nembus pertahanan tim tamu. "Stamina pemain bukannya menurun di babak kedua. Tapi, mereka memang kami instruksikan bermain lambat untuk memancing lawan keluar," tutur Pelatih Bambang Nurdiansyah. (H13-22) |