| Jumat, 06 Mei 2005 | OLAHRAGA |
Atlet Popda Kurang DiperhatikanUNGARAN - Para pembina olahraga di Kabupaten Semarang mengeluhkan minimnya perhatian pemerintah setempat terhadap atlet pelajar yang akan mengikuti Popda SMA se-Eks Karesidenan Semarang, 31 Mei di Semarang. Menurut pembina olahraga Drs Nur Budi Al Simid, sejak dua tahun terakhir dana untuk pembinaan atlet pelajar di kabupaten ini sangat minim. ''Untuk Popda tahun ini kondisi atlet kabupaten memprihatinkan. Dana untuk kebutuhan latihan, kostum, dan transpor sangat minim,'' kata dia. Padahal, menurut guru olahraga SMK Islam Sudirman Ungaran itu, prestasi Kabupaten Semarang terbilang bagus. ''Tahun kemarin cabang voli putri SMP juara pertama. Tahun ini peringkat kedua,'' terangnya. Prestasi lainnya, tim sepak bola pelajar juara pertama se-Jateng. Popda yang diadakan setiap tahun diikuti Kabupaten Semarang, Grobogan, Demak, Kendal, Salatiga, dan Kota Semarang. Pada kegiatan itu dipertandingkan tiga cabang olahraga, yakni sepak bola, sepak takraw, dan bola voli (putra-putri). Awal bulan April telah berlangsung Popda untuk tingkat pelajar SD dan SMP. Memaklumi Bila dana olahraga untuk tahun kemarin sangat minim, pihaknya bisa memaklumi. ''Karena tahun lalu Kabupaten Semarang menjadi tuan rumah, jadi dana banyak terserap untuk pelaksanaan,'' tuturnya. Pada Popda tahun lalu, lanjutnya, para orang tua dan pembina melakukan iuran untuk membeli kostum. (rny-40) |