logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 06 Mei 2005 OLAHRAGA
Line

BAR Dilarang Tampil Dua Seri

PARIS- Tim British American Racing (BAR)-Honda dipastikan absen dalam dua seri balapan mendatang, setelah Pengadilan Banding Internasional Balap Motor di Paris, Kamis (5/5) memutuskan tim tersebut melakukan kecurangan. Tim asal Inggris itu terbukti melakukan perbuatan ilegal ketika pembalapnya, Jenson Button, menduduki tempat ketiga di Grand Prix San Marino, 24 April lalu.

Keputusan tersebut merupakan hasil banding yang diajukan oleh Federasi Balap Mobil Internasional (FIA) atas putusan steward (pengawas lintasan) Sirkuit Imola yang menyatakan mobil Button sesuai dengan batas berat minimum, yakni 600 kg.

Bos FIA, Max Mosley, yakin BAR melakukan kecurangan dengan menambahkan bahan bakar di tangki tersembunyi ketika dilakukan penimbangan, sehingga berat mobil itu tetap standar. Ketika ditimbang segera usai perlombaan, berat mobil tersebut di atas batas minimum, akan tetapi menjadi di bawah batas minimum setelah semua bahan bakar dikeluarkan.

Para steward yang dipilih FIA di lintasan Imola menerima penjelasan BAR. Tetapi FIA tetap curiga, tidak mempercayai steward-nya sendiri, dan memilih membawa kasus tersebut kehadapan Pengadilan Banding Internasional di Paris.

Terbukti

Kecurigaan FIA ternyata terbukti. Dalam persidangan terungkap bahwa BAR memang ''menyembunyikan'' bahan bakar sebagai pemberat di tangki ''gelap'' sekitar 15 liter. Tentu saja setelah bahan bakar gelap itu dibuang, laju mobil Button menjadi lebih cepat karena ringan. BAR tak akan tampil di GP Spanyol, Minggu (8/5) lusa dan GP Monako 22 Mei mendatang. Selain itu, nilai Button di GP San Marino 24 April lalu juga dibatalkan. Sebagai pembalap ketiga yang masuk finish, Button berhak atas nilai enam. Namun karena timnya melakukan kecurangan, poin itu dibatalkan. Ini artinya, Button tetap menjadi pembalap sial musim ini, setelah pada tiga seri awal dia tak mampu masuk finish. Rekannya, Takuma Sato, juga menerima sanksi serupa. Nilainya di GP San Marino dicabut.

Pada masa lalu, FIA sudah sangat tegas terhadap kecurangan yang terjadi. Tahun 1995, juara bertahan tim Toyota dikeluarkan dari Kejuaraan Rally Dunia akibat menggunakan turbo-charger ilegal.

"Jika seseorang membuat kecurangan, mereka akan dikeluarkan dari kejuaraan," kata Max Mosley, Presiden FIA. "Tidak peduli siapa yang melakukannya - apakah itu Ferrari, Minardi atau siapapun. Harus demikian," katanya.(rtr,F3-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA