logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 06 Mei 2005 OLAHRAGA
Line

Persijap Menyerah di Cilegon

CILEGON- Ambisi Persijap meraih poin penuh kandas, setelah kalah 1-3 dari Pelita Krakatau Steel dalam pertandingan Liga Djarum Indonesia 2005 di Stadion Krakatau Cilegon, Rabu (4/5) sore.

Tiga gol tim tuan rumah dicetak oleh M Ilham menit ke-17 dan Bob Manuel Bamidele menit 19 dan 62. Persijap memperkecil kekalahan melalui kaki Niane Mamadou menit 65.

Kekalahan Laskar Kalinyamat akibat buruknya penampilan Ebanda Ebanda Timothee cs pada babak pertama. Bahkan pelatih Rudy William Keeltjes menilai penampilan timnya melawan Pelita adalah yang terburuk sepanjang musim kompetisi ini.

Skenario Keeltjes agar timnya menggebrak pada menit-menit awal pertandingan meleset. Sejak kick off, tim tuan rumah melalui dua pemain sayapnya Nasuha (kiri) dan Ismayana (kanan) justru menekan dan menusuk jantung pertahanan Persijap yang sangat longgar. Tiga penyerang Pelita, masing-masing Bob Manuel alias Bobby, Leonardo, dan M Ilham tak memberi kesempatan pemain pilar lini pertahanan Evaldo untuk keluar dari tekanan. Dua stoper Persijap, Kasiyadi dan Edwad Isir tampak kehilangan komunikasi. Padahal pada pertandingan-pertandingan sebelumnya mereka solid dan sulit ditembus.

Pada menit ke-17, Evaldo melakukan blunder di kotak terlarang. Ia bermaksud mengumpan bola ke Kasiyadi di sebelah kirinya. Namun bola umpan libero asal Brasil itu tanggung dan langsung diserobot oleh M Ilham. Bola langsung dicocor ke gawang Dwi Adi Nugrahanta hingga membuahkan gol pertama bagi tuan rumah.

Dua menit kemudian, Bobby yang menusuk dari rusuk kanan berhasil melepaskan diri dari kawalan Evaldo. Bola sontekannya bersarang di pojok kiri gawang yang tak mampu dijangkau Dwi Adi Nugrahanta. Para pemain tengah, seperti Ebanda dan Sonny Paparra, juga Jemi Suparno, harus turun ke bawah untuk membantu pertahanan. Sehingga praktis tak ada serangan berarti yang dilakukan para pemain Persijap pada babak pertama.

Para pemain sayap juga kurang maksimal. Keeltjes berinisiatif memasukkan striker Niane Mamadou menggantikan pemain sayap Maxi AP menjelang bubaran babak pertama. Namun tetap tidak mengubah kedudukan, 2-0 untuk keunggulan tuan rumah.

Terprovokasi

Di babak kedua, anak-anak asuh Keeltjes sedikit demi sedikit mampu keluar dari tekanan. Namun menit ke-62 sebuah kemelut terjadi di depan mulut gawang Persijap. Kiper Danang Wihatmoko yang masuk menggantikan Dwi Adi Nugrahanta yang cedera tak berhasil menyelamatkan gol ketiga yang dicetak Bobby. Sekalipun demikian, penampilan perdana kiper asal Desa Balong Kecamatan Kembang, Jepara itu sangat gemilang. Ia dua kali melakukan penyelamatan gemilang, masing-masing menepis tendangan keras dari Bobby dan striker Purwanto.

Sementara itu Niane Mamadou memenuhi janjinya untuk tampil maksimal. Striker asal Mali ini berhasil merobek jala Efendi, memanfaatkan bola sundulan Miro Baldo Bento yang mendapat umpan panjang dari belakang.

Namun dua menit kemudian, Bento yang sebelumnya mendapat kartu kuning, diusir wasit Aris Munandar asal Jember karena dianggap sengaja menyepak wajah M Ilham saat jatuh dalam sebuah duel. Kartu merah diberikan setelah dua kartu kuning diterima. Pada babak kedua, para pemain Persijap tampak terprovokasi dengan permainan keras lawan. (mds-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA