logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 06 Mei 2005 NASIONAL
Line

Tetangga Tolak Rahwono Kembali ke Desa

  • Kasus Bapak Ngamuk

TAK SADAR: Ny Suwarti (ibu korban) tak sadarkan diri sesaat setelah melihat jenazah Dwi Hartanti yang akan diberangkatkan ke pemakaman Kamis (5/5). Dwi Hartanti dan anaknya, Tiwi, meninggal akibat dipukul alu oleh suaminya yang mengamuk. (57t)

PURBALINGGA- Warga sekitar tempat tinggal Rahwono, bapak yang mengamuk dan memukuli anak, istri dan neneknya, menyatakan menolak tersangka kembali ke desanya. Warga merasa ketakutan membayangkan Rahwono hadir kembali di tengah mereka. Mereka terbayang bagaimana Rahwono yang kesetanan mengejar sejumlah orang sambil membawa alu yang sudah patah menjadi dua.

''Ngeri kalau Rahwono pulang. Tetangga sudah kompak tidak mau menerima dia kembali ke Dukuh Karangsempu, Desa Karangbanjar, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga. Dia terlalu kejam. Tetapi kami tidak dendam terhadap dia. Orang-orang di sini takut semua dengan dia. Kalau soal hukuman atas perbuatannya, kami serahkan kepada bapak polisi,'' kata Ny Tasini (46), bude Dwi (istri Rahwono yang menjadi korban).

Rahwono mengamuk dan memukuli istri, anak dan neneknya.

Sementara itu, menurut pengamatan, keluarga Rahwono termasuk orang yang tak punya. Rumahnya sebagian berdinding bata yang belum diplaster, sebagian lagi masih berupa anyaman bambu, dan berlantai plester. Kusen jendela di depan juga belum dipasangi daun jendela.

''Rumah berukuran 5 x 6 meter ini termasuk yang menjadi sasaran program pemerintah, yaitu Program Stimulan Pemugaran Rumah Keluarga Miskin (PSPR-Gakin) tahap pertama. Saat itu Rahwono mendapat Rp 1,3 juta untuk merehab rumah dibantu swadaya masyarakat,'' kata Setiyono, salah satu perangkat Desa Karangbanjar, Kamis (5/5).

Kini rumah yang setiap hari ditempati Rahwono, Dwi Hartanti (istri), Pratiwi (anak), dan Ny Kartawi (nenek) sepi. Rahwono berada di RSUD Banyumas untuk disembuhkan kejiwaannya. Sementara istri dan anaknya telah dimakamkan. Sedangkan sang nenek masih dirawat di RSUD Purbalingga. Ketiganya menjadi korban amukan Rahwono.

Istrinya Meninggal

Dwi Hartanti (30), yang menjadi korban keganasan suaminya, Rabu malam lalu akhirnya meninggal dunia. Sebelumnya anak Rahwono, Tiwi, meninggal dunia akibat amuk bapaknya sendiri. Bapak itu mengamuk dan memukuli anak dan istrinya dengan alu, Senin (2/5), di rumahnya Dukuh Karangsempu, Desa Karangbanjar, Kecamatan Bojongsari. Selain memukul anak dan istrinya, pelaku juga memukuli neneknya, Kartawi (70) (bukan ibu mertuanya seperti diberitakan sebelumnya). Dwi sempat dirawat di RSUD Purbalingga, tetapi karena kepalanya luka berat dia dirujuk ke RSUD Prof Dr Margono di Purwokerto.

Dwi dikebumikan di pemakaman setempat, Kamis (5/5). Sementara hingga kemarin neneknya, Ny Kartawi, masih dirawat di RSUD Purbalingga. Meninggalnya Dwi membuat ibunya, Ny Suwarti (45) kaget. Dia menangis terus sambil memanggil-manggil nama anaknya. Kapolsek Bojongsari AKP Khomsiyah dan sejumlah tetangga memintanya untuk sabar dan mendoakan arwah anaknya.

Pada saat kejadian, Suwarti berada di Dukuh Carangmanggang, Desa Karangbanjar. Ketika dia tiba di rumah Rahwono, semua korban sudah dilarikan ke RSUD. Suwarti bercerai dengan suaminya ketika Dwi masih kecil.

Dwi ikut ibunya di Karangbanjar sedangkan kakaknya ikut bapaknya di Pekalongan. Ibunya menikah lagi dan tinggal di Dukuh Carangmanggang. (F10-58v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA