| Jumat, 06 Mei 2005 | NASIONAL |
LMND Tampik Tudingan Eksploitasi Anak
SEMARANG-Liga Nasional Mahasiswa Demokratik (LMND) Kota Semarang menampik tudingan melakukan eksploitasi anak, terkait dengan demo dalam rangka Hari Buruh Sedunia, 1 Mei lalu. Ketua LMND Kota Semarang Sopan Nugroho menyatakan, pihaknya cuma memfasilitasi anak-anak buruh untuk mencurahkan permasalahan yang mereka hadapi. ''Sama sekali tak ada niatan kawan-kawan LMND untuk melakukan eksploitasi. Karena itu, berita Suara Merdeka bahwa kami melakukan ekspoitasi pada anak-anak bisa diluruskan. Terus terang, pemberitaan itu mengundang kerisauan di kalangan orang tua anak-anak yang kami dampingi,'' ujar Sopan, Rabu (4/5). Seperti diberitakan sebelumnya, LMND membawa anak-anak dalam unjuk rasa di kawasan Taman Menteri Supeno (Taman KB), dalam rangka peringatan Hari Buruh Sedunia. Para demonstran belia itu merupakan anak para buruh yang berasal dari sejumlah kawasan pinggiran Semarang, seperti Tambaklorok dan Mangkang. Sekadar catatan, dalam sebulan belakangan LMND mendampingi proses belajar anak-anak itu dalam bentuk kegiatan yang disebut sekolah rakyat. Aksi demo oleh anak-anak itu mendapat tudingan sebagai sebuah bentuk eksploitasi. Koordinator Jaringan Peduli Perempuan dan Anak (JPPA) Jateng Dr Agnes Widanti SH CN menyatakan, pelibatan anak dalam aksi demo melanggar UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Pada saat yang sama, psikolog anak Dr Endang Widyorini mengkhawatirkan dampak negatif demonstrasi itu bagi perkembangan psikologis si anak. Saat menanggapi hal itu, Sopan menyatakan, tudingan LMND melakukan eksploitasi tidak berdasar. Itu terjadi karena orang yang menuding tidak mengetahui kondisi objektif di lapangan saat aksi terjadi. Waktu itu, kata dia, LMND dan anak-anak sekolah rakyat semata-mata memenuhi undangan panitia untuk menjadi salah satu pengisi acara pentas seni di Panggung Rakyat, yang digelar di kawasan bundaran air muncrat Jl Pahlawan. ''Aktivitas yang disebut sebagai demo di kawasan Taman KB itu cuma sebuah bentuk pengondisian, sembari menunggu kawan-kawan datang. Lagi pula, aksi itu bukan bagian utama aktivitas LMND dan sekolah rakyat. Dalam catatan kami, aksi itu cuma berjalan sekitar 20 menit,'' kata dia.(amp-29t) |