logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 06 Mei 2005 NASIONAL
Line

Dikecam, Penerbitan Alquran Bergambar Bupati

CIREBON- Sejumlah kiai khos se-Kabupaten Cirebon mengecam keras atas terbitnya ribuan eksemplar kitab suci Alquran yang di halaman pertamanya terpampang foto Bupati Indramayu Irianto MS Syafiuddin. Di halaman itu juga ada tulisan visi dan misinya sebagai calon bupati dalam pikada 2005-2010.

"Pencantuman gambar atau foto dalam kitab suci Alquran memang tidak pernah ada dan hukumnya haram, karena cetakan itu merupakan kitab suci, apalagi kalau ditunggangi kepentingan lain seperti yang dilakukan oleh Bupati Indramayu tersebut, jelas hukumnya haram dan kami sangat mengecam keras perbuatan tersebut," kata Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Buntet Pesantren Cirebon KH Addib Rofi'uddin Izza di Pondok Gedongan, Cirebon, kemarin.

Dia mengaku tidak tega bila mengatakan mengutuk keras pelaku perbuatan tersebut, namun mengecam keras dan mengimbau perbuatan tersebut tidak diulangi. Itu merupakan anjuran yang seharusnya segera dipahami, agar tidak terjadi munculnya permasalahan baru atas terbitnya Alquran bergambar Bupati. "Kalau Bupati Indramayu menerbitkan Alquran dengan mencantumkan foto dirinya serta misi dan visinya dalam menghadapi pilkada 2005 ini, hal itu merupakan penghinaan yang sangat dalam terhadap Alquran serta umatnya," kata Rois Syuriah PBNU itu.

Dia menduga, Bupati Indramayu Irianto ingin menjadi mustahid, karena kejadian ini merupakan bentuk pelecehan dan penghinaan terhadap umat Islam. "Kasus ini perlu disikapi secara serius. Pilkada hendaknya jangan membawa-bawa agama dan syariat Islam," katanya.

Dia menegaskan, Bupati Indramayu hendaknya jangan mengulangi perbuatan tersebut dan jangan menjadikan Alquran sebagai misi pribadi dalam pemenangan pilkada, karena bisa berdampak sangat luas.

Umat Islam

Ketua Divisi Sosialisasi KPUD Indramayu, Najib Bunyamin, mengatakan, dalam kasus itu yang patut marah besar adalah umat Islam. "Kami memang belum mendapatkan bukti Alquran itu. Saya sebagai orang KPUD tidak bisa melarang, sebab tidak ada aturan larangan tentang hal itu," katanya.

Namun secara pribadi, kata dia, sebagai seorang muslim, pihaknya sangat mengecam tindakan pencantuman gambar orang ke dalam Alquran. "Tapi saya belum berani banyak berkomentar , karena belum punya bukti konkret," ujar Najib.

Ribuan eksemplar kitab suci Alquran yang di halaman pertamanya bergambar foto Bupati Indramayu Irianto MS Syafiuddin beredar luas di sejumlah masjid dan pondok pesantren serta tokoh agama lainnya di Indramayu. Peredaran itu diduga terkait dengan pencalonannya dalam pilkada 2005.

Sekretaris Komite Demokrasi Independen Indramayu (KDII), Kadiman, di Indramayu, Rabu (4/5), mengatakan, gambar Bupati Indramayu itu berukuran setengah halaman yang terletak pada halaman pertama setelah sampul Alquran, selanjutnya halaman berikutnya Surat Al-Fatekhah. Dia mengatakan, di halaman pertama Alquran yang dicetak oleh CV Diponegoro Bandung itu, selain memuat foto Bupati Indramayu Irianto MS Syafiuddin berseragam putih dinas bupati lengkap dengan atributnya, juga di bagian bawahnya tercantum tulisan "Alquran dicetak dengan menggunakan dana APBD 2004 Rp 100 juta".

Dia mengatakan, komentar keras atas beredarnya Alquran tersebut juga muncul dari KH Shalahudin Wahid (Gus Sholah) saat berkunjung ke Indramayu awal pekan ini. Saat Gus Sholah disodori Alquran tersebut, dia langsung mengucapkan istigfar beberapa kali sambil mengatakan luar biasa ada mushaf Alquran bergambar Bupati. (ant-46t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA