logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 06 Mei 2005 NASIONAL
Line

Lima Orang Tewas saat Kuras Sumur

  • Diduga Hirup Gas Beracun

CILACAP- Lima warga Dusun Ciparuk, RT 5/RW 2, Desa Kunci, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, Selasa sore (3/5), tewas saat menguras sumur. Diduga, mereka tewas setelah menghirup gas beracun yang keluar dari dasar sumur. Korban tewas tersebut adalah Rusmanto (26), Rasito (26), Slamet (45), Sabdo (42), dan Munarjo (40). Seorang lagi, Mujiono (22) yang juga ikut masuk ke dalam sumur berhasil lolos dari maut. Namun dia sempat mendapat perawatan intensif di Puskesmas Sidareja.

Peristiwa yang merenggut korban jiwa itu, bermula ketika Sabdo pada Selasa siang meminta bantuan Sumanto untuk menguras sumurnya yang sudah kotor, sekaligus menambah kedalaman.

Permintaan tersebut langsung diturutinya. Rusmanto adalah orang pertama yang masuk ke dasar sumur menggunakan tangga.

Pada saat menuruni dasar sumur, dia tak melakukan pengecekan terlebih dahulu kondisi yang ada di dalam sumur. Dia juga membawa diesel penyedot air ke dasar sumur. Seorang tetangganya, bernama Taryo (45), yang melihat Rusmanto turun ke dasar sumur sempat mendengar teriakan minta tolong. Namun teriakan itu terdengar sekali kemudian lenyap. Taryo kemudian memberitahu tetangga sekitar, termasuk kerabat dekatnya, yakni Rasito, Slamet, Sabdo (pemilik sumur), Munarjo, dan Mujiono. Ketika Rusmanto yang ada didasar sumur dipanggil, ternyata tak memberikan jawaban.

Melihat kejadian itu, tanpa pikir panjang, Rasito menyusul turun hendak memberikan pertolongan. Tetapi nasib serupa pun menimpanya. Bukannya berhasil menolong, dia pun ikut terjatuh ke dasar sumur bersama Rusmanto. Empat orang yang ada di atas menjadi panik melihat dua orang itu tak bergerak lagi di dasar sumur.

Slamet, Sabdo, Munarjo, dan Mujiono, yang khawatir dua saudaranya mengalami musibah, secara berurutan menyusul menuruni tangga menuju ke dasar sumur untuk menolong. Namun mereka juga ikut menjadi korban, dan ikut terjebak di dalam sumur yang diduga mengeluarkan gas beracun.

Melihat setiap orang yang masuk ke dalam sumur kemudian terkulai lemas, warga lainnya tak lagi berani memberikan pertolongan. Mereka kemudian mencari cara untuk menolong enam orang yang tergeletak di dasar sumur.

Beberapa orang mengusulkan agar dasar sumur dicek lebih dulu, apakah ada gas beracunnya atau tidak. Caranya dengan menurunkan ayam yang masih hidup ke dalam sumur.

Ternyata ayam yang dimasukkan ke dasar sumur, ketika diangkat sudah mati. Tes itu menandakan di dasar sumur mengeluarkan gas beracun.

Untuk mengangkat keenam orang dari dasar sumur itu, warga setempat melakukannya dengan menurunkan tambang yang telah diberi jangkar. Dengan alat sederhana itu, satu per satu korban yang ada di dasar sumur bisa diangkat ke permukaan.

Namun sesampai di permukaan, tiga orang sudah tak bernyawa, yakni Rusmanto, Rasito, dan Sabdo. Sementara Munarjo, Slamet, dan Mujiono yang saat diangkat masih bernapas meski sudah kritis oleh warga setempat dilarikan ke Puskesmas Sidareja. Namun jiwa Munarjo dan Slamet tak bisa tertolong.

Keduanya pun menyusul meninggal. Hanya korban Mujiono yang masih bisa diselamatkan, tapi kondisinya kritis. Pada Rabu siang (4/5), kondisi Mujiono sudah pulih dan diperbolehkan kembali ke rumah.

Kapolres Cilacap AKPB Prasta Wahyu Hidayat yang dikonfirmasi kemarin mengatakan, mereka tewas akibat menghirup gas beracun yang keluar di dasar sumur. Polisi menerima laporan kejadian itu, setelah korban diangkat dari dasar sumur dan sudah meninggal.

''Ketika Tim SAR Polres Cilacap tiba di lokasi, korban sudah diangkat dari dasar sumur, dan telah meninggal. Saat dicek ulang, di dasar sumur yang cukup dalam itu memang mengeluarkan gas beracun,'' terangnya. (G21,G23-42v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA