| Jumat, 06 Mei 2005 | SEMARANG |
Pedagang Pasaraya I Salatiga Keluhkan Kondisi PasarSALATIGA - Puluhan pedagang Pasaraya I Salatiga yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, mengeluhkan kondisi fisik pasar seperti atap yang makin buruk. Akibatnya, jika hujan turun maka lantai atas pasar yang ditempati pedagang daging, sayur, dan bumbu, sering kebocoran. Selain itu, pedagang juga mengeluhkan dua pintu utama Pasaraya I Salatiga yang rusak. Bahkan sarana tersebut kini sudah tidak bisa digunakan lagi. Ketua Paguyuban Hadi Suwarso (75) didampingi Seksi Keamanan Paguyuban Mangun Hadi Siswoyo (64) mengungkapkan, pihaknya telah menyampaikan keluhan itu kepada Dinas Pasar dan PKL. Namun keluhan tersebut belum mendapat tanggapan. Hal itu dibuktikan dengan tidak dilakukannya perbaikan terhadap kondisi fisik pasar. Hadi mengungkapkan, saat Wali Kota H Totok Mintarto mengadakan sidak di Pasaraya I beberapa waktu lalu, warga telah menyampaikan keluhan tersebut. Wali Kota saat itu telah meminta keterangan dari Kepala Dinas Pasar Noto Oetomo SH. ''Jika tidak salah, Pak Noto menjawab kalau anggaran rehabilitasi sudah ada dan perbaikan fisik pasar akan dilakukan dalam waktu sebulan. Namun hingga kini, perbaikan tersebut belum terealisasi. Bahkan lebih dari sebulan tidak ada upaya perbaikan apa-apa,'' tandas Hadi, kemarin. Pihaknya, juga meminta instansi terkait agar mengambil langkah penertiban para pedagang kaki lima (PKL) yang membuka dasaran di sekitar area pasar tersebut. Karena keberadaan PKL dinilai telah merugikan para pedagang yang memiliki dasaran tetap di lantai atas. Apalagi barang dagangan yang dijual juga sama, seperti sayuran, daging, dan bumbu-bumbuan. Kepala Dinas Pengelolaan Pasar dan PKL Kota Salatiga Noto Oetomo SH melalui Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Sarwa Edi Santosa membenarkan kalau anggaran untuk rehabilitasi pasar sudah ada. Namun pelaksanaan rehabilitasi itu tidak bisa dilakukan secepatnya karena ada beberapa mekanisme dan birokrasi yang harus dilakukan sebelum anggaran itu dicairkan. ''Pengerjaan rehabilitasi untuk menanggapi keluhan pedagang itu telah direncanakan dan akan dimulai pada Juni mendatang,'' ungkap dia. Berkait dengan penertiban PKL, pihaknya mengatakan kalau masalah tersebut cukup pelik karena sebagian PKL sebenarnya bagian dari pedagang tetap atau pedagang yang ada di lantai atas. Pihaknya juga mengaku kalau Dinas Pasar mengalami kesulitan untuk melakukan pemantauan praktik jual-beli lahan dasaran PKL di sekitar Pasaraya I Salatiga yang mestinya tidak diizinkan. (H2-56m) |