| Jumat, 06 Mei 2005 | SEMARANG |
Kasus Tabrakan Karambol di TolNgaku Kapolres Minta Dana Rp 8 JutaSEMARANG SELATAN - Anton, seorang staf perusahaan jasa transportasi PT Rapigra Jl Adi Sucipto Solo, Rabu (4/5), mengalami nasib apes. Dia menjadi korban penipuan seorang laki-laki tak dikenal yang mengaku-ngaku sebagai Kapolres Semarang Selatan, AKBP Harry Nartanto, melalui telepon genggam. Akibatnya, uang Rp 8 juta amblas masuk ke rekening pelaku dengan dalih untuk menyelesaikan kasus kecelakaan yang menimpa truknya, Minggu (1/5). Begitu dicek silang, ternyata Kapolres AKBP Harry Nartanto dan Kasatlantas AKP Sugiyanto tidak pernah meminta uang seperti yang disebutkan korban. Kasus itu merupakan buntut dari kasus tabrakan karambol di Tol Jatingaleh-Tol Krapyak Km 4,000, jalur B seksi A (Bendan Duwur), Minggu (1/5) pukul 11.00. Kendaraan yang terlibat adalah Truk Tronton Fuso AD-9102-NH, Isuzu Panther G-8872-AF dan Toyota Kijang kapsul G-7777-MF. Biaya Penyelesaian Peristiwa itu mengakibatkan dua orang tewas dan empat lainnya luka parah. Truk yang mengalami kecelakaan itu milik PT Rapigra Jl Adi Sucipto, Solo. Dari kawasan Makam Haji, Solo, truk yang dikemudikan Tukino (40), warga Jebres, Solo itu mengangkut 16 ton kertas menuju ke Jakarta. Anton mengatakan, mulanya dia menerima pesan singkat melalui telepon seluler (ponsel) agar menghubungi nomor telepon 081 450941077. Setelah dihubungi, terdengar suara laki-laki mengaku Kapolres Semarang Selatan. Sang ''Kapolres'' itu meminta segera dikirimi uang Rp 8 juta sekaligus voucher pulsa. ''Uang itu katanya untuk biaya penyelesaian kasus kecelakaan yang melibatkan truk saya di jalan tol, Minggu lalu. Uang dikirim melalui rekening BCA 487023 1038 atas nama Hartono di Jakarta,'' kata Anton kepada polisi. Tak hanya Anton, Kapolres AKBP Harry Nartanto juga terkena tipu yang diduga dilakukan orang yang sama. Dia menerima telepon dari seseorang yang mengaku dari Kombes Sumaryono, Kasat I Mabes Polri. Kepada Kapolres, pelaku meminta nomor ponsel Kasatlantas AKP Sugiyanto. ''Kepada saya, pelaku itu mengaku Wakil Direktur Reserse Mabes Polri. Tiwas saya bilang, siap, siap. Ternyata penipu,'' katanya. Untuk itu, Kapolres melalui Kasatlantas meminta kepada para korban kecelakaan untuk berhati-hati bila menerima pesan singkat atau telepon dari orang tak dikenal. Lebih baik masyarakat mengecek terlebih dahulu ke instansi terkait sebelum menyerahkan uang kepada penipu. ''Jangan sampai terjadi korban kedua kali. Uang yang seharusnya bisa untuk memberi santunan kepada para korban malah mengalir ke orang yang salah. Jangan gampang percaya kepada orang yang mengaku-ngaku pejabat,'' katanya. (G5-73n) |