| Jumat, 06 Mei 2005 | EKONOMI |
sekilas ekonomiHippi Akan Perhatikan Nasib PKLSEMARANG- HM Soediro AP yang terpilih menjadi Ketua DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) Jateng periode 2005-2009 akan berusaha mengembangkan pengusaha yang berbasis kebangsaan. Selain itu juga akan mengajak dunia usaha baik kelas kecil maupun menengah guna meningkatkan perdagangan dan industri yang bermanfaat bagi anggota Hippi dan masyarakat luas. Dalam rapat persiapan menyosialisasikan hasil Muda VI Rabu lalu di Hotel Graha Santika Semarang ia yang didampingi sejumlah pengurus organisasi tersebut menyatakan, organisasi yang dipimpinnya berusaha membangun kemitraan dengan pemerintah daerah. Untuk kegiatan organisasi akan dipusatkan di kantor sekretariat Jl Branjangan 8 Semarang. Namun yang lebih mendasar, ketua Hippi terpilih tersebut akan memberdayakan pedagang kaki lima (PKL) agar tidak selamanya menjadi PKL. Namun bisa menjadi pedagang yang lebih potensial yang mampu merekrut tenaga kerja. Dengan upaya tersebut diharapkan PKL juga mampu berperan meningkatkan pendapatan per kapita. (E1-47) Pengusaha Wanita Kurang Diperhatikan SEMARANG- Sebanyak 30 juta pengusaha mikro yang ada di Indonesia, 60% di antaranya adalah wanita. Namun demikian, mereka belum mendapatkan perhatian sepenuhnya dari pemerintah. Hal itu diungkapkan oleh Ir Dyah Anita Prihapsari MBA, Ketua DPD IWAPI Provinsi DKI Jakarta, di sela-sela Musda VI Iwapi Jateng, yang dilaksanakan di Gedung Wanita, Rabu (4/5). "Pemerintah belum memberikan perhatian kepada pengusaha wanita yang juga merupakan penggerak roda perekonomian. Sebagai contoh adalah kredit tanpa agunan, di mana para pengusaha wanita bertanggung jawab sendiri terhadap perusahaan/usaha yang dikelolanya. Kami masih dihadapkan dengan prosedur dari pihak perbankan yang mengharuskan suami atau anak-anak laki untuk turut hadir menandatangani surat perjanjian kredit. Hal ini menunjukkan belum adanya kepercayaan pemerintah dan perbankan terhadap kemampuan pengusaha wanita," ungkapnya. Sementara itu, dalam Musda VI Iwapi Jateng dilaksanakan pemilihan ketua Iwapi. Dalam pemilihan ini, forum memilih Asri Wasis Wibowo sebagai ketua baru Iwapi untuk periode 2005-2010. (hrn-47) Produksi Pangan Tak Diprioritaskan SEMARANG-Sekarang usaha mempertahankan produksi pangan, papan, kesehatan, air, keamanan, pendidikan, budaya lokal, serta menekan pengeluaran dan meningkatkan pendapatan kurang mendapat prioritas. ''Akhirnya, memiliki lahan produktif tidak mempunyai arti bagi pemiliknya. Konversi lahan produktif pun menjadi tidak terkendali,'' kata Prof Dr Ir Suhardi MSc, anggota Pokja Ahli Dewan Ketahanan Pangan Pusat dalam Rapat Koordinasai Pangan di Semarang, baru-baru ini. Sifat konsumtif yang berkembang di masyarakat, lanjut dia, menjadikan upaya mempertahankan lahan pertanian makin berat tantangannya. Sistem pendidikan di Indonesia juga belum mengarah pada keunggulan produk alam lokal serta penghargaan terhadap hasil pertanian tidak lagi memadai. (E4-27) |