| Jumat, 06 Mei 2005 | EKONOMI |
Telkom Tak Lagi Bangun Jaringan KabelSEMARANG- PT Telkom menegaskan tidak lagi membangun jaringan kabel telepon. Pasalnya, penjualan telepon kabel selama ini telah bergeser oleh telepon nirkabel, yakni Flexi. Dalam proposisi transaksi, pelanggan Flexi tercatat 93% dan 7% sisanya adalah pelanggan telepon kabel. ''Pelanggan telepon kabel sekarang ini adalah masyarakat yang tinggal di kota pinggiran. Selain Cilacap dan Blora, hampir semua pelanggan baru di Jawa Tengah lebih memilih Flexi lantaran proses pengaktifannya lebih cepat dan mudah. Tidak perlu menunggu jaringan,'' ujar Dwi S Purnomo, Deputi Ka Divre IV PT Telkom Jateng-DIY saat berkunjung ke Kantor Redaksi Suara Merdeka Jalan Kaligawe Km 5, Rabu (4/5). Pihaknya telah membangun 150 BTS dan menargetkan membangun 50 BTS kembali hingga akhir tahun. Sementara, pemasaran telepon kabel hanya akan menghabiskan stok yang tersisa sekitar 40.000 satuan sambungan telepon (SST). Hingga April, pihaknya mencatat pelanggan baru Telkom Flexi mencapai 300.000 unit. Dalam empat bulan saja, telah ada sekitar 130.000 pelanggan baru. Itu sebabnya, ditargetkan 200.000 pelanggan lagi hingga akhir tahun ini. Tentang adanya keluhan monopoli jaringan telepon kabel di beberapa kota/kabupaten oleh Koperasi Pegawai Telkom (Kopegtel), pihaknya meminta semua pengusaha instalasi kabel rumah dan gedung (IKRG) lebih teliti. Selama ini, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan pihak terkait. ''Tapi, kalau di lapangan masih ada seperti itu, kami akan menindak. Hanya sekali lagi, instalatur (pengusaha-Red) harus benar-benar memastikan lebih dulu,'' tegas dia. Pihak Telkom sekarang ini tidak lagi berkonsentrasi pada jaringan telepon kabel. Tapi, bila instalatur IKRG ingin menggarap pemasaran Flexi menurutnya justru lebih baik. (rei-47) |