logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 06 Mei 2005 EKONOMI
Line

Keran Ekspor Sumber Energi Perlu Segera Ditutup

JAKARTA- Keran ekspor sumber energi Indonesia diminta segera ditutup karena kebutuhan dalam negeri Indonesia belum mencukupi, sementara kebutuhan energi dunia semakin besar.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) yang juga Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Kusmayanto Kadiman, di Jakarta, Rabu (4/5), di sela Pertemuan Penyusunan Master Plan Provinsi Sumatera Selatan sebagai Lumbung Energi Nasional tahun 2005-2025.

"Jangan sampai sumber energi kita dikeroyok orang-orang luar karena keran ekspor dibuka lebar. Butuh kebijakan fiskal yang menghambat larinya sumber energi ke pasar dunia," katanya.

Pada tahun 2000 saja, ujarnya, total permintaan BBM Indonesia mencapai 358 juta Setara Barel Minyak (SBM), yakni yang dimanfaatkan untuk pemakaian BBM sebagai energi sebesar 322 juta SBM dan penggunaan BBM untuk pembangkit listrik sebesar 36 juta SBM.

"Dari total permintaan BBM sebesar 358 juta SBM itu, kilang dalam negeri hanya mampu memasok BBM sebanyak 274 juta SBM atau setara 756 ribu barel per hari. Dengan demikian, tiap harinya Indonesia harus mengimpor sebanyak 230 ribu barel per hari," ujarnya.

Ditambah lagi, ujarnya, selain pemanfaatan BBM langsung yang terus meningkat, dalam 10 tahun terakhir kebutuhan listrik yang memerlukan energi BBM juga meningkat dengan laju 9% per tahun.

Total permintaan listrik berasal dari Pulau Jawa dan Bali sebesar 81% per tahun.

"Kalau harga minyak berkecenderungan terus meningkat, maka harga listrik pun semakin tinggi. Dengan demikian diharapkan pemenuhan listrik di masa mendatang dapat menggunakan sumber energi nonminyak," katanya.

Dikatakan Kadiman, pembangkit listrik yang berpeluang untuk dikembangkan dalam waktu dekat adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Panas Bumi.

''Kapasitas pembangkit PLTU batubara pada 2010 diperkirakan akan merupakan 42% dari total pembangkit sedangkan PLTGU Gas Bumi sebesar 26%, menggantikan energi minyak,'' ujarnya.

Dalam kesempatan itu Kadiman mengatakan, Provinsi Sumatera Selatan merupakan provinsi yang memiliki cadangan terbesar dalam memberi kontribusi sumber energi nasional.

"Maka sudah sepantasnya Sumsel ditetapkan sebagai lumbung energi nasional pada 9 November 2004 oleh Presiden," katanya.

Selain merupakan daerah penghasil minyak dan gas bumi, cadangan batubaranya mencapai 39 miliar ton, baru ditambang sekitar 5,4 juta ton, juga ada potensi gas metan sebesar 120 Ton Kaki Kubik yang sama sekali belum digunakan.

Potensi sumber energi lain seperti panas bumi, air dan biomasa juga melimpah dan belum dimanfaatkan secara optimal. Cadangan minyak Indonesia sendiri pada Januari 2003 yang potensial sebesar 5.024,6 MMSTB sedangkan yang terbukti 4.721,8 MMSTB sehingga total cadangan minyak 9.746,4 MMSTB. (ant-47)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA