| Selasa, 03 Mei 2005 | SALA |
Pameran Lukisan Rumah Seni CempakaPertolongan Berbuah Cinta pada LukisanPAMERAN lukisan selalu identik dengan kota besar. Entah mengapa, pelukis kota kecil pun selalu mengincar agar dapat berpameran di kota besar. Mungkin karena di kota besar banyak peminat seni yang berkantong tebal. Kota kecil seperti Klaten mungkin kurang menjanjikan bagi para pelukis untuk menggelar karyanya. Para pelukis yang lahir di Klaten selalu berangan-angan untuk menggelar karya-karya terindahnya di kota-kota besar, seperti Jakarta dan Yogyakarta. Pelukis dari daerah itu yang sudah mempunyai nama, biasanya menggelar karyanya di Yogyakarta atau Solo. Memang mereka juga sering mengikuti pameran di daerahnya tapi hampir tak ada kolektor besar yang mau menjenguk karya mereka ketika dipajang. Walau demikian, tak berarti tak ada peminat seni yang mau mengoleksi lukisan-lukisan karya seniman besar nasional. Salah satunya adalah pengusaha Klaten H Sunarto (44), warga Desa Tlobong, Delanggu. Sejak masih kuliah dia sudah menyukai lukisan dan mengoleksinya. Menurut penuturannya, hobi mengoleksi lukisan itu dimulai ketika dia membeli delapan lukisan dari temannya yang tidak mampu menyelesaikan kuliah. Dengan bantuannya itu, studi temannya bisa selesai dan Sunarto jadi jatuh cinta pada lukisan. ''Sejak itu saya jatuh cinta pada lukisan. Saya mulai mengoleksi lukisan karya pelukis lain. Akan tetapi saya santai, kalau saya senang waktu melihat lukisan, ya saya beli, jadi enggak ada target,'' ungkap dosen desain interior ISI Yogyakarta yang juga pengusaha itu. Pajang Koleksi Bahkan, kecintaannya pada lukisan tak hanya diwujudkan dengan jumlah koleksi yang kini 185 lukisan. Namun, dia juga mendirikan Rumah Seni Cempaka yang menyatu dengan toko swalayan miliknya di Jalan Yogya-Solo Delanggu. Pendirian rumah seni itu bertujuan memberi tempat bagi seniman daerahnya untuk berpameran karya seni, seperti lukisan, patung, dan karikatur. Sunarto ingin pameran seni tak hanya ada di kota-kota besar saja. ''Rumah seni itu saya rintis sejak 1999 tapi baru sekarang bisa diresmikan. Tempat ini bisa dimanfaatkan untuk pameran seni bagi seniman Klaten, Solo, Yogya atau dari kota lain. Selama ini pameran diadakan di kota-kota besar saja,'' ujar Sunarto . Dalam rangka peresmian rumah seni dia memamerkan 50 koleksi terbaiknya, antara lain ''Penari dan Topeng'' ''Reog'' karya seniman besar Bagong Kusudiharjo, ''Tiga Malaikat Mati'' karya Endang Wiharso dan beberapa lukisan karya Widayat. Lukisan itu tertata rapi di lantai II dan III Rumah Seni Cempaka. Lukisan tersebut akan digelar dua minggu. (Merawati Sunantri-85j) |