logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 03 Mei 2005 SALA
Line

Serangan DBD Gegerkan Warga Mungkung

SRAGEN - Serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) menggegerkan para orang tua warga Kampung Mungkung, Kecamatan Sidoharjo, Sragen. Mereka panik dan melarikan anaknya yang mengalami suhu badan tinggi ke RSUD Sragen.

Penyakit DBD yang menyerang Kampung Mungkung merenggut jiwa Risma (11), warga RT 6 RW 10, Mungkung, Minggu lalu. Korban meninggal setelah dirujuk ke RSUD Dr Muwardi Solo.

''Para orang tua di Kampung ini panik, karena anak mereka menderita panas mirip terkena serangan DBD,'' tutur Suparno, warga Mungkung, kemarin. Setidaknya, ada delapan anak warga Kampung Mungkung yang dilarikan ke RSUD sejak Jumat lalu. Mereka adalah Wahid (4), Muh Anwar (3,5), Agung (8), Riski (7), Novi (12), Helmi (8), Hariyanti (20), dan Muryanti (19). Mereka menjalani perawatan intensif, karena diduga terinfeksi virus dengue.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), dokter Djoko Irnugroho mendirikan posko DBD di Kampung Mungkung. Tujuannya, jika ada orang terserang DBD atau mengalami gejala mirip penyakit itu bisa segera ditanggulangi.

Dokter spesialis anak Pursito di RSUD, ketika dimintai konfirmasi membantah kalau ke delapan anak yang dikirim ke RSUD menderita DBD. Wajar, kalau masyarakat menduga anak mereka terkena DBD, karena sebelumnya Risma yang juga warga Mungkung meninggal karena terkena serangan penyakit itu.

''Setelah saya teliti di laboratorium, ternyata mereka tidak terkena DBD,'' kata Purwito.

Mereka menderita infeksi saluran napas dan stomatitis di rongga mulut. Sakit tersebut bisa menyebabkan suhu badan naik, mirip indikasi terkena DBD.

Minta Pengasapan

Dengan kondisi itu, menurut Pursito, mestinya pihak Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) memberikan penjelasan terperinci tentang kondisi pasien. Dengan demikian, masyarakat Kampung Mungkung, tidak panik terhadap adanya wabah DBD. Buktinya, banyak pasien yang dirawat di RSUD Sragen ketika di cek tidak terkena DBD.

Dimintai konfirmasi, Ketua RW Mungkung, Ma'arif, meminta DKK melakukan pengasapan untuk membunuh jentik nyamuk dengue penyebab demam berdarah. ''Masyarakat tidak mau ambil risiko. Pokoknya DKK harus melakukan penyemprotan di beberapa titik terjadinya penyebaran DBD,'' pinta Ma'arif. (nin-16ha)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA