| Selasa, 03 Mei 2005 | SALA |
Rumah Ketua DPC PDI-P DirusakBOYOLALI - Rumah Ketua DPC PDI-P Kabupaten Boyolali, Probo Suhartono, di Jalan Garuda 27 Kampung Gudang, Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Kota, Boyolali, kemarin sekitar pukul 13.30 dirusak tiga pemuda yang mengenakan pakaian hitam-hitam. Akibatnya, kaca pintu lapis depan pecah, dan pintu utama jebol. Namun, kerugian dari kejadian tersebut relatif kecil. Hingga berita ini diturunkan, beberapa petugas dari Polsek Kota, Boyolali masih berjaga-jaga di sekitar lokasi kejadian. Petugas berpakaian preman tampak menjaga kediaman rumah Ketua DPC yang tak jauh dari Polsek Kota itu. Perusakan kediaman orang pertama di PDI-P Boyolali itu, diduga berkait dengan pemilihan bupati (pilbup). Pasangan bakal calon bupati (cabup) Alhisyam dan calon wakil bupati (cawabup) Sururi yang dicalonkan partai itu, mendapat tantangan. Bahkan, Kantor DPC PDI-P yang terletak di Jalan Duren sejak 17 April hingga kini masih disegel dan diblokade dengan potongan kayu. Saat terjadi perusakan, Probo Suhartono dan istrinya, Sri Lestari, sedang berada di Solo. Salah seorang menantunya, Ema, kepada Suara Merdeka menjelaskan, perusakan rumah diawali dengan kedatangan tiga orang pemuda berpakaian hitam-hitam dan membawa mobil Ferosa warna coklat. Begitu mengetuk pintu, dia meminta pembantunya, David, agar menemui mereka. ''Setelah tamu itu ditemui, saya masuk ke ruang keluarga, mendengarkan pembicaraan antara David dengan ketiga tamu tersebut,'' katanya. Menurut David, begitu pintu depan dibuka, salah satu di antara mereka menanyakan bapak (Probo Suhartono). ''Ke mana Pak Probo? Saya jawab, bapak sedang pergi ke Solo dengan ibu. Selanjutnya mereka bertiga mendobrak pintu dan memecah kaca. Sebelum pergi, salah seorang di antara mereka mengancam akan membunuh saya sambil menampar dahi. Saya tidak berani melakukan perlawanan, karena diancam akan dibunuh. Mereka juga menunjukkan wajah yang garang,'' kata David. Masih Ingat Saat tamu itu akan menjebol pintu, salah seorang pakdenya, Teguh, berada di ruang tamu. Teguh menjelaskan, Probo dan istrinya tidak ada di rumah. Yang ada hanya anak-anak. Mereka tampaknya tidak percaya, dan beraksi dengan menjebol pintu. ''Kalau dihadapkan orangnya, saya masih ingat. Mereka semuanya mengenakan pakaian hitam-hitam,'' kata Teguh. Kapolsek Boyolali, AKP Sukamto; Kasi Intel, AKP Fikodin; Kasat Samapta, AKP Subagio; Ketua Panwas, Wibowo Murti Samadi, dan beberapa anggota segera ke lokasi kejadian. Beberapa polisi melakukan pemeriksaan, dan sebagian berjaga-jaga di sekitar rumah. Guna pengusutan lebih lanjut, David, salah seorang Pakdenya, Teguh, dan saksi lainnya, dibawa ke Mapolres untuk dimintai keterangan. Kapolres Boyolali, AKBP Drs Oneng Subroto didampingi Kapolsek Kota, AKP Sukamto menjelaskan, perusakan rumah merupakan tindak pidana, dan polisi akan terus melakukan pengusutan. Pelaku perusakan juga melakukan ancaman pembunuhan dan penganiayaan. ''Kendati tidak mengalami luka-luka, menempeleng dahi merupakan penganiayaan,'' kata Kapolres. Ditanya motif perusakan, Kapoles belum bisa menjelaskan. Polisi tarus melakukan penyidikan, dan akan memantau rumah Ketua DPC dari hal-hal yang tidak diinginkan. Sebelum terjadi perusakan, Kantor DPC PDI-P di Jalan Duren sempat diduduki ratusan kader. Mereka minta cabup Alhisyam dibatalkan, karena dalam konfercabus yang berlangsung di Asrama Haji Donohudan, ia ditolak karena dinilai melanggar SK DPP 429. Dalam SK tersebut dinyatakan, cabup di luar struktural partai harus mendapat dukungan minimal 1.000 orang melalui tanda tangan. Tetapi Alhisyam tidak bisa mewujudkan. Selain itu, para kader juga meragukan rekomendasi yang ditandatangani Ketua DPP, Jacob Nuwa Wea, dan Sekjen, Pramono Anung. Puncak kejengkelannya, mareka menyegel dan memblokade pagar Kantor DPC. (shj-16a) |