| Selasa, 03 Mei 2005 | PANTURA |
1.366 Warga Antre Cari PekerjaanSLAWI - Sebanyak 1.366 warga Kabupaten Tegal, tahun ini harus antre menungu panggilan untuk bekerja di 388 perusahaan. Padahal, tidak semua perusahaan kategori kecil dan menengah itu membuka lowongan pekerjaan. Menurut Informasi Kantor Tenaga Kerja dan Transmigrasi Slawi, untuk penempatan pencari kerja sebanyak itu hanya 78 orang akan tertampung di berbagai tempat usaha di Kabupaten Tegal atau dikategorikan sebagai angkatan kerja lokal (AKL). Untuk penempatan di luar daerah atau luar pulau, seperti Batam yang dikategorikan sebagai angkatan kerja antardaerah (AKAD), terdapat 117 orang. Kemudian yang magang di Jepang 11 orang. Itu berarti, dari ribuan pencari kerja yang terdaftar hingga Maret lalu, hanya terserap 1,8% atau 206 orang. Menurut keterangan Kepala Kantor Tenaga Kerja dan Transmigrasi Slawi Drs Wustadi Wuslam saat Rapat Koordinasi (Rakor) Program Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Sabtu (30/4) di aula kantornya, jumlah pencari kerja itu terdiri atas jenjang pendidikan dari SD, SLTP, SLTA, diploma, hingga sarjana. Yang berpendidikan SD dan SLTP 117 orang, SLTA 984 orang, diploma dan sarjana 265 orang. Lebih Buruk Sebelumnya disebutkan, jika dibandingkan dengan jumlah pencari kerja tahun sebelumnya dengan sekarang, tahun lalu kondisinya jauh lebih buruk. Pada 2004, jumlah pencari kerja di daerahnya yang terdaftar 27.853 orang. Jumlah sebanyak itu, yang berpendidikan SD dan SLTP 1.122 orang. Kemudian SLTA 13.567 orang, diploma dan sarjana 13.164 orang. Mereka telah tersalurkan di perusahaan lokal atau termasuk AKL 427 orang. AKAD yang ditempatkan ke Batam 149 orang, kemudian yang kategori angkatan kerja antarnegara (AKAN) 43 orang. Magang di Jepang lima orang dan usaha mandiri 32 orang. Total jumlah pencari kerja yang terserap di berbagai sektor pekerjaan di perusahaan lokal, luar daerah, dan luar negeri hanya 2,5% atau 656 orang. Untuk mengurangi kepadatan penduduk dan membuka lapangan kerja baru, kantor itu selain telah mengupayakan berbagai pendidikan dan keterampilan yang dibutuhkan pasar kerja, juga membuka peluang untuk bertransmigrasi. Pada tahun ini, 25 keluarga akan ditransmigrasikan ke Provinsi Papua (10 keluarga) dan Sumatera Barat (15 keluarga). (D12-37j) |