logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 03 Mei 2005 PANTURA
Line

"Keberuntungan Bisa Diciptakan"

  • Ahli Feng Shui di Tegal

DUA ahli fengsui, Andrie Wongso dan Linda Kusuma Effendy, Sabtu (30/4) lalu memberikan "resep" keberuntungan di Kota Tegal. Dalam Seminar "Create Your Hoki" di Hotel Bahari Inn, keduanya blak-blakan memberikan teori feng shui atau keberuntungan seseorang.

Andrie yang mendapat julukan motivator nomor satu di Indonesia itu mengemukakan, keberuntungan seseorang itu bukan datang dengan sendirinya. Dia mengungkapkan, keberuntungan bisa diciptakan secara berkesinambungan dengan rumus 5K.

"Keberuntungan atau lebih dikenal dengan hoki itu tercipta dari pertemuan antara persiapan dan kesempatan," ujarnya.

Rumus 5K itu adalah kemauan, kemampuan, kesempatan, kepribadian, dan kekuatan doa. "Orang sering menyebut hoki merupakan suatu kejadian menguntungkan yang datang begitu saja dan sering kali kejadiannya sulit dipercaya atau dilogikakan. Padahal, dalam karier dan bisnis, hoki itu bisa diciptakan dengan 5K itu tadi," paparnya.

Sikap Mental

Menurut keterangan dia, unsur 5K itu harus berjalan secara kesinambungan. "Konkretnya, orang punya niat memang bukan segala-galanya. Akan tetapi, tidak punya niat tidak akan ada segala-galanya. Demikian halnya kesempatan.

Bagaimana seseorang itu ingin hoki harus melihat, menunggu, memanfaatkan, dan menciptakan kesempatan," katanya.

Yang tak kalah penting, lanjut dia, unsur kepribadian. Sebab, sebuah prestasi tanpa didukung kepribadian dan sikap mental yang positif akan rapuh.

Sementara itu pembicara lain, Linda Kusuma Effendy yang dosen Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, dalam kesempatan itu menyampaikan definisi soal hoki.

Menurut pendapatnya, hoki seseorang itu tercermin sejak lahir dengan dipengaruhi energi chi (luar) dari alam semesta. Energi tersebut berinteraksi dengan lima elemen dasar, yakni air, kayu, api, air, dan logam.

"Dari elemen tersebut kemudian dipengaruhi fase jam, hari, bulan, dan tahun. Karena itu, keberuntungan itu bisa dihitung dengan fase tersebut kendati belum tentu benar. Yang jelas, semua itu ditentukan dengan keseimbangan dalam hidup, seperti bekerja keras sesuai dengan kemampuan dan kesadaran doa," tandasnya.

Pada kesempatan itu, dia mengatakan, pada umumnya dalam diri seseorang itu ada lima tipe, yaitu populer, intelek, artis, pebisnis, dan penguasa. (Dwi Ariadi-44dj)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA