logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 03 Mei 2005 PANTURA
Line

Jembatan Sademan Dibongkar

  • Menyalahi Bestek

BATANG- Setelah ditemukan banyak penyimpangan, akhirnya Jembatan Sademan yang menghubungkan antara Desa Klidanglor dan Klidangwetan dibongkar.

Sebelumnya Komisi D DPRD Batang minta agar jembatan tersebut diperbaiki, karena bentang jembatan melelengkung. Namun, oleh kontraktor tetap dilanjutkan.

Jembatan dengan ukuran panjang 47 meter dan lebar lima meter yang membentang di atas Kali Sambong itu baru beberapa bulan dioperasionalkan. Semula, lebar jembatan tersebut hanya tiga meter, dan panjang 46 meter.

Karena kondisinya rusak parah, akhirnya dibongkar. Namun, dalam pelaksanaanya ternyata tidak sesuai dengan bestek. Kemarin, Anggota Komisi D yang membidangi pembangunan melakukan peninjauan jembatan yang sedang dibongkar itu.

"Masak jembatan yang terlihat gagah begini kalau dilewati dokar saja, getarannya terasa. Ini kan jelas ada ketidakberesan," ujar anggota Komisi D, Nur Untung Slamet yang kebetulan warga Desa Klidanglor.

Sebenarnya, desakan untuk memperbaiki jembatan itu sudah disarankan jauh sebelum selesai. Pada waktu gelagar dipasang saja, masyarakat sudah mengetahui kalau konstruksinya tidak beres. "Karena besi yang digunakan yang lama," ujar anggota FPG itu.

Hal senada juga dikatakan Carito, teman satu fraksi dengan Untung yang menyatakan pembangunan Jembatan Sademan akan sempurna apabila dalam pembangunannya sesuai dengan pelaksanaan. Karena itu, pelajaran berharga bagi eksekutif agar setiap pelaksanaan pembangunan benar-benar melakukan pengawasan ketat.

"Ini karena kurangnya pengawasan. Kalau proyek sesuai dengan perencanaan, tidak mungkin baru beberapa bulan sudah dibongkar," ujar mantan Kades Cluwuk, Subah itu.

Sementara itu, Bejo Sapto Priyono menyambut positif langkah yang dilakukan jajaran eksekutif. Sebab begitu menemukan kesalahan dalam pembangunan, mereka langsung melakukan perbaikan.

"Tetapi, kami tetap menyesalkan mengapa sampai terjadi pembangunan jembatan lepas dari pengawasan? Setelah selesai ditemukan kerusakan. Ini tak boleh terulang kembali pada proyek-proyek lainnya," ujar Anggota Fraksi Amanat Nasional (FAN) itu.

Sekretaris Komisi D, Fatkhur Rohman SH menegaskan kasus Jembatan Sandeman itu merupakan potret lemahnya pengawasan proyek.

Apabila saat pembangunan pengawasan benar-benar dilaksanakan, tidak mungkin terjadi ada kesalahan.

"Dibongkarnya Jembatan Sademan ini merupakan bukti bahwa pengawasan lemah sekali. Komisi D berharap ke depan tidak ada lagi perencanaan pembangunan yang melenceng," ujar Ketua FKB tersebut.

Kepala DPU melalui Kasubdin Bina Marga Ir Sufiyanto MM, menyatakan metode pelaksanaan pembangunan Jembatan Sademan akan disesuaikan dengan besteknya. "Gelagar di tengah akan ditambah."(ar-44s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA