| Selasa, 03 Mei 2005 | PANTURA |
Gaji Perangkat Desa Hanya Rp 45.000/BulanSIAPA yang paling berjasa dalam pengumpulan pajak daerah? Bisa jadi jawaban paling tepat adalah perangkat desa. Pengabdian dan ketekunan mereka melaksanakan tugas patut mendapat apresiasi sebesar-besarnya. Namun ironisnya, sebagai orang yang bekerja di lembaga pemerintahan (tingkat desa), kesejahteraan mereka berada jauh di bawah rekan seprofesi mereka yang menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Bagaimana tidak? Penghasilan seorang perangkat desa saat ini hanya Rp 45.000 per bulan. Uang sebesar itu tentu tidak cukup membiayai kebutuhan hidup, apalagi memberikan nafkah seluruh keluarga. Sementara di sisi lain, mereka harus memikul tanggung jawab berat, termasuk dalam pengumpulan uang pajak. Dulu sebelum dekade 60-an, nasib perangkat desa lebih kajen. Pada masa itu, masyarakat yang sedang mengadakan panen mempunyai kebiasaan menyumbang pada perangkat desa setempat. Namun seiring perubahan waktu dan pergeseran budaya, kebiasaan itu hilang dengan sendirinya. Kini, selain honor bulanan yang diterima triwulan, perangkat desa hanya mengandalkan tambahan hasil tanah bengkok yang berjumlah tidak seberapa. "Selebihnya kami mencari tambahan dari luar pekerjaan," kata Khosim, perangkat Desa Kaliwadas. Asal Halal Karena desakan kebutuhan, pekerjaan apa pun asalkan halal mereka lakukan. Sebagai contoh Sakim (54). Dia mengabdi di Pemdes Kaliwadas sudah sejak tahun 1954. Setelah pergantian struktur kepengurusan desa tahun 1977, dia diangkat menjadi perangkat. Selama 28 tahun menjadi perangkat desa, penghasilan tertinggi yang dia terima adalah Rp 45.000 per bulan. Demi mencukupi kebutuhan sekeluarga, walhasil dia pun mencari pekerjaan lain di luar profesi. Biasanya, selain menjadi pengojek dan jualan di pasar wage, dia menyambi menjadi buruh serabutan di perusahaan pembuat rebana. Nasib sama dialami perangkat desa lain, Hariroyo (50). Perekonomian keluarganya ditopang dari penghasilan tambahan sang istri yang membuka warung kecil-kecilan. Terlepas dari masalah kesejahteraan yang membelit, pengabdian dan kerja keras mereka para perangkat desa patut mendapat acungan jempol. Karena peran merekalah, uang pajak yang terkumpul telah menghasilkan jembatan, jalan, dan gedung-gedung sekolah. (Suwandono-17s) |