| Selasa, 03 Mei 2005 | PANTURA |
Dibongkar, Rel Lori Milik PG JatibarangBREBES - Rel lori sepanjang 70 kilometer milik Pabrik Gula (PG) Jatibarang yang tersebar di sejumlah wilayah di Brebes, dibongkar. Pembongkaran tersebut bertujuan untuk mengamankan aset pemerintah itu dari aksi penjarahan yang selama ini terjadi. Selain itu, fungsi rel lori yang ada dianggap sudah tidak optimal lagi. Sebab, dalam pengangkutan tebu pabrik gula itu lebih memilih menggunakan truk, karena lebih efisien. Menurut Administratur PG Jatibarang Tedjo Sarwoto melalui staf Tata Usaha dan Koordinator Lapangan Supeno, pembongkaran didasarkan pada Surat Keputusan (SK) dari Direksi PTPN Nomor IX 0/JAB/279/ 2004, tertanggal 13 Oktober 2004, yang isinya untuk segera dilakukan penyumpatan atau pengambilan rel dalam upaya menanggulangi penjarahan rel. Supeno menjelaskan, sepanjang 3.700 meter besi rel kereta api milik Pabrik Gula Jatibarang, Kabupaten Brebes, hilang dijarah pencuri dalam kurun waktu enam bulan terakhir. Dari sejumlah tempat yang dicuri, paling parah terjadi di Desa Cenang dan Geger Kunci, Kecamatan Songgom. Dari panjang rel tersebut, mencapai berat 116 ton. Menurut dia, hilangnya rel kereta diduga akibat aksi penjarahan yang dilakukan masyarakat. Sementara itu, pihaknya menampik munculnya isu PG Jatibarang akan tutup sehingga masyarakat mengira rel tidak berguna. "Tidak benar PG Jatibarang akan tutup," katanya. Semua Wilayah Supeno menuturkan, hilangnya rel kereta api hampir terjadi di semua wilayah Kabupaten Brebes. Namun, paling parah di Desa Cenang dan Geger Kunci, Kecamatan Songgom. Di sana, semua rel kereta api nyaris hilang. Modus operandi para penjarah biasanya lebih dari 10 orang dengan menggunakan alat pemotong besi. Selanjutnya, barang-barang tersebut biasa diangkut dengan menggunakan truk. Barang hasil curian itu dijual ke tukang besi yang ditawarkan dari rumah ke rumah. Bahkan untuk mengelabuhi petugas, tidak jarang mereka menimbun terlebih dahulu hasil curiannya. Menanggapi banyaknya kasus pencurian rel, Supeno mengatakan, selain melakukan operasi rutin pada malam hari, pihaknya juga bekerja sama dengan polisi mengungkap kasus tersebut. Sementara itu, Kapolres Brebes AKBP Drs Bambang Purwanto SH MSi melalui Kasatreskrim Iptu Didik Novi Rahmanto menyatakan hingga saat ini pihaknya masih terus berupaya menangkap para pelaku. (wn-37s) |