logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 03 Mei 2005 PANTURA
Line

Kaliwadas, Desa Lunas Pajak Tercepat Se-Indonesia

SATU lagi prestasi membanggakan dicetak wilayah bagian selatan Kabupaten Brebes. Salah satu desa yakni Desa Kaliwadas, Kecamatan Bumiayu, tahun ini mencatat sebagai desa pelunas pajak pertama se-kabupaten, yakni hanya tiga hari sejak SPPT diterima atau Selasa (21/1). Prestasi itu sekaligus menempatkan desa tersebut menjadi desa tercepat dalam membayar pajak se-Indonesia.

Bagaimana kiat pemerintah desa (Pemdes) Kaliwadas mencapai keberhasilan itu? Kepala Desa Abdullah Syafii SAg mengatakan, terdapat 2.675 wajib pajak dengan target penerimaan hampir Rp 370 juta di Desa Kaliwadas. Semua wajib pajak tidak hanya tinggal di desa tersebut, namun juga dari luar desa. Wajib pajak yang tinggal di desa tersebut, letaknya pun terpencar di enam blok yang berjauhan. Karena itu, perlu strategi khusus dalam bersosialisasi.

"Saya menggunakan pendekatan dakwah," kata Abdullah Syafii.

Dia mengemukakan, hampir setiap hari warga desa menggelar kegiatan keagamaan. Entah itu tahlilan, pengajian ibu-ibu, hingga kegiatan keagamaan lain di rumah-rumah warga.

Menyadari kebisaan warga lekat dengan nuansa keagamaan, dia yang kebetulan juga seorang juru dakwah mencoba mendatangi setiap majelis taklim. Hampir setiap siang hingga malam, Syafii yang lulusan IAIN Walisongo itu mendatangi perkumpulan majelis taklim di dusun-dusun.

Cukup Ampuh

Jurus dakwah dalam penyampaian pesan cukup ampuh mengambil hati masyarakat. Terbukti, pesan kesadaran pajak dalam setiap pengajian yang dia hadiri dapat diserap warga dengan baik dan cepat.

Dalam sebuah hadis riwayat Nabi berbunyi, "Khubul wathoni minal iman". Artinya, cinta tanah air adalah sebagian dari iman. Cinta tanah air dapat diwujudkan dalam berbagai cara, salah satunya dengan melakukan kewajiban membayar pajak.

Dia menuturkan, membayar pajak juga perlu dilandasi niat. Dalam hal tersebut, dia menanamkan niat memberikan sedekah. "Insya Allah, jika diikhlaskan mereka yang membayar pajak tidak hanya mendapatkan hasil dunia, tetapi juga pahala di akhirat."

Dengan pendekatan itu, setiap warga akhirnya tergugah dan antusias melunasi pajak lebih cepat.

Yang tidak kalah berperan dalam hal pelunasan pajak adalah perangkat desa selaku petugas penarik. Untuk menyingkat pekerjaan, Syafii membagi setiap dukuh kepada seorang penagih. Dengan demikian, terdapat enam perangkat yang bertugas di enam dukuh serta satu petugas untuk menagih wajib pajak dari luar daerah (pracangan).

Kerja keras tanpa lelah telah ditunjukkan Hariroyo (50) dan lima petugas penagih pajak lain. Mereka tidak hanya menjalankan tugas pada jam kerja, namun 24 jam penuh. "Ibaratnya kami ke belakang mandi pun bawa buku pajak," kata Hariroyo.

Dengan begitu, bila setiap saat bertemu wajib pajak, dia sudah siap menyodorkan buku pajak. Meski demikian, tidak jarang kendala mereka temui. Biasanya hambatan justru datang dari wajib pajak golongan ekonomi mapan yang tinggal di luar desa. Mereka sering menunda-nunda pembayaran sampai jatuh tempo.

Namun berkat pendekatan yang dilakukan secara kekeluargaan, mereka akhirnya bersedia membayar pajak lebih awal.

Menanggapi prestasi Desa Kaliwadas dalam lunas pajak, Camat Bumiayu Drs Hudiyono MSi menyampaikan terima kasih. "Khusus kepada pamong yang bekerja tanpa pamrih, saya berharap hal ini dapat menjadi perhatian para pengambil kebijakan untuk lebih memperhatikan masalah kesejahteraan," papar Hudiyono.

Dia mengemukakan, pajak merupakan salah satu kewajiban setiap penduduk. Karena itu, sudah semestinya apa yang ditunjukkan warga Desa Kaliwadas menjadi contoh bagi warga desa lain. Bila semua warga menunjukkan kesadaran dalam membayar pajak, dia yakin pembangunan menuju kesejahteraan masyarakat dapat segera terwujud. (Suwandono-37s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA