logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 03 Mei 2005 OLAHRAGA
Line

Porda Pertandingkan 29 Cabang Olahraga

SEMARANG- Kendati Kabupaten Banyumas sempat disebut-sebut sebagai tuan rumah Pekan Olahraga (Porda) Jateng, akhirnya dibatalkan. Dalam pertemuan antara KONI Jateng dan Pengda-pengda hari Kamis lalu, Kota Semarang kembali ditetapkan sebagai tuan rumah Porda, 14-18 September mendatang.

''Waktunya terlalu sempit, sehingga tidak mungkin dalam waktu yang kurang enam bulan ini Banyumas bisa mempersiapkan diri. Makanya, semua Pengda meminta supaya Porda tetap berlangsung di Semarang,'' jelas Wakil Ketua Umum II KONI Jateng Drs Soegiyanto KS MS kemarin.

Soegiyanto sebagai pimpinan rapat, yang didampingi Kabid Binpres Drs Mugio Hartono MPd dan Wasekum Drs Tri Rustiadi MKes, juga sudah menetapkan 29 cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Porda Jateng, yang akan melibatkan 35 kabupaten dan kota tersebut.

Cabang olahraga yang dimaksud adalah bola basket, bola voli, sepak bola, catur, bridge, bulutangkis, pencak silat, sepak takraw, tenis lapangan, karate, tenis meja, judo, gulat, bola sodok, anggar, wushu, senam, taekwondo, kempo, tarung drajat, panjat tebing, dayung, menembak, panahan, balap sepeda, PABBSI, renang, atletik dan tinju.

Cabang-cabang tersebut, dianggap sebagai cabang olahraga potensi. Di samping itu, cabang tersebut memiliki lebih dari lima Pengcab, termasuk cabang anggar yang kini sudah memiliki 10 Pengcab.

''Tetapi ada juga cabang yang mendapat prioritas. Seperti cabang olahraga sepatu roda yang jumlah pengcabnya kurang dari lima daerah tetapi tetap kami ikutkan Porda, kerena di PON XVI berhasil menyumbangkan tujuh medali emas,'' tandasnya.

Dana Rp 2,7 M

Dalam kesempatan tersebut, juga dibahas mengenai pelaksanaan Pelatda Jangka Panjang (PJP) yang akan dimulai kemarin (2/5), diikuti 130 atlet dari 36 cabang olahraga, dibimbing oleh 45 pelatih.

PJP yang dimulai kemarin, katanya, berbeda dari pelaksanaan PJP persiapan PON XVI Palembang, karena PJP kali ini sudah mendekati TC sentralisasi, kendati tempatnya agak berjauhan.

''PJP persiapan PON XVI kami anggap kurang efektif, karena hanya waktu-waktu tertentu saja mereka kumpul bersama. Kali ini sudah mendekati sentralisasi karena mereka lebih sering kumpul bersama, seperti cabang atletik akan kumpul di Klub PPT Mugas Cepu.''

Demikian halnya mengenai honor bulanan. Kalau sebelumnya dibuat rata-rata, kali ini diberikan sesuai dengan klasifikasi atlet, sehingga apa yang diterima antara yang satu dengan yang lain tidak sama.

Diharapkan, dengan cara seperti ini lebih banyak positifnya, karena para atlet bisa saling kompetisi untuk menjadi yang terbaik, karena diberlakukan sistem promosi degradasi.

''Standar honor mereka masih seperti tahun terakhir persiapan PON XVI, sebesar Rp 1.597.500 untuk atlet, dan Rp 1.672.500 untuk pelatih, sebelum dipotong PPN. Biaya yang dibutuhkan sampai akhir Desember 2005, diperkirakan akan menghabiskan dana sekitar Rp 2,7 miliar,'' katanya, sambil menjelaskan uang sebanyak itu untuk uang cuci, rekreasi, bantuan kesehatan, akomodasi, kosumsi. (C16-28)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA