logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 03 Mei 2005 OLAHRAGA
Line

Deltras Tak Tahu Pertandingan Diundur

SEMARANG-Deltras yang akan menjadi lawan PSIS, Rabu besok, tidak tahu pasti jadwal pertandingannya di Stadion Jatidiri Semarang. Mereka masih mengira pertandingan dimainkan Selasa ini. Karena itu, kesebelasan yang pada musim kompetisi 2004 masuk zona degradasi tersebut tiba di Semarang, Minggu siang lalu.

Kenyataannya pertandingan dilaksanakan pada Rabu (4/5) besok. Surat pemberitahuan pengunduran jadwal pertandingan tersebut baru diterimanya Senin (2/5) pagi kemarin.

''Kami tidak tahu jika pertandingan diundur. Jelas, itu sangat merugikan. Persiapan kami menjadi terganggu. Jika tahu diundur, kami bisa mematangkan persiapan di Sidoarjo,'' kata Pelatih Yusack Sutanto.

Terpaksa, Senin pagi kemarin mereka menjalani latihan di Stadion Citarum. Dalam latihan tersebut,digelar simulasi cara main serta taktik dan strategi untuk menghadapi PSIS.

Menjelang pertandingan itu, mereka didera krisis pemain. Beberapa pilarnya seperti Mursyid Money, John Scarlet, Dwi Joko, Waluyo dan Michel Adolfo mengalami cedera. Namun, hal itu tidak mengendurkan tekad tim berjuluk the Lobster ini untuk mencuri poin di kandang Mahesa Jenar. Yusack sudah menyiapkan pemain mudanya untuk menggempur barisan pertahanan tuan rumah.

''Kondisi kami saat ini tidak sempurna. Mursyid cedera parah sehingga tidak kami bawa ke Semarang. Sedangkan kepastian John Scarlet, Joko, Waluyo, dan Adolfo diturunkan atau tidak lawan PSIS tergantung kondisi terakhirnya besok,'' ungkapnya saat dihubungi wartawan di Hotel Muria, kemarin.

Melihat kondisi timnya seperti itu, Yusack hanya mematok target satu poin. Sasaran tersebut dinilai realistis, mengingat di putaran kedua musim lalu saat bertanding di Semarang, Michel Adolfo cs berhasil meraih satu poin. Hasil tersebut memicu Yusack untuk kembali mengulang sukses tahun lalu.

''Kami akan menurunkan pemain muda. Mereka semakin matang menjelang akhir putaran pertama ini. Target satu poin kami harapkan bisa diraih,'' harap pelatih kelahiran Semarang 30 Desember 1956 itu.

Kelemahan

Meski pemain mudanya semakin matang, namun bukan berarti tidak ada kekurangan. Menurut mantan arsitek Persijatim Solo FC itu, konsentrasi anak-anak asuhannya masih lemah. Biasanya, menjelang akhir babak kedua, mereka sering lengah.

Hal itu dapat dilihat dari gol-gol yang bersarang di gawang Helconi Hermain belakangan ini. Kelemahan tersebut akan terus dibenahinya.

''Saat lawan Persija, kami kebobolan dua gol dalam tiga menit menjelang pertandingan berakhir. Itu menandakan konsentrasi pemain di menit-menit terakhir masih kurang. Kelemahan itu akan terus kami benahi,'' terangnya. (H13-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA