logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 03 Mei 2005 OLAHRAGA
Line

Benson Absen Lawan Deltras

SEMARANG - Gelandang bertahan PSIS Esaiah Pello Benson dipastikan absen saat PSIS menjamu Deltras Sidoarjo, Rabu besok (4/5) di Stadion Jatidiri.

Pemain asal Liberia itu terkena akumulasi kartu kuning. Namun, itu dinilai tidak memengaruhi kekuatan tim. Pelatih Bambang Nurdiansyah sudah menyiapkan pemain pengganti. Mereka antara lain M Irfan, Anthony Jomah Ballah dan Abdoulaye Djibril.

''Dengan absennya Benson, otomatis permainan kami akan mengalami sedikit perubahan. Karakter pemain yang akan menggantikannya nanti berbeda. Namun, itu tidak akan mengurangi kekuatan tim,'' ungkap Bambang di sela-sela menunggi Indriyanto Nugroho cs melakukan relaksasi di kolam renang Jatidiri, sore kemarin.

Sebaliknya, kekuatan PSIS pada pertandingan tersebut akan bertambah dengan kehadiran Emmanuel de Porras. Striker asal Argentina itu sudah bisa diturunkan setelah absen dalam tiga pertandingan karena terkena sanksi dari Komdis PSSI akibat memukul striker PSMS Medan Christian Gonzales. Porras diharapkan mampu mengangkat mental bertanding timnya. Terlebih kondisinya lebih fresh dibanding rekan-rekannya.

''Porras sudah bisa main. Tentu itu keuntungan sendiri bagi PSIS. Kami punya banyak pilihan untuk lini depan,'' kata mantan pemain Pelita itu.

''Dengan waktu istirahat yang lebih lama dibanding pemain lain, kami berharap dia bisa main lebih bagus. Sebab, kondisinya masih fresh sehingga motivasi dan fighting spririt-nya pun akan lebih baik.''

Perlambat Tempo

Bambang mengakui Deltras bukan lawan yang ringan. Tim asuhan Yusack Sutanto itu punya karakter permainan yang mengandalkan kecepatan dan kekuatan. Hal itu tidak mengherankan, mengingat tim berjuluk the Lobster itu dihuni oleh pemain-pemain muda yang punya motivasi dan semangat juang tinggi.

Karakter tersebut bakal menyulitkan PSIS yang pemainnya mengalami kelelahan setelah menjalani dua pertandingan tandang. Untuk mengantisipasi permainan cepat, Bambang sudah menyiapkan taktik dan strategi khusus.

Berbeda dengan permainan di tiga pertandingan kandang sebelumnya, dia akan cenderung memperlambat tempo permainan. Hal itu merupakan salah satu cara untuk menghemat tenaga anak-anak asuhannya.

''Karakter permainan tim binaan Yusack biasanya mengandalkan speed dan power. Tapi, kami sudah punya cara untuk membatasi permainan mereka,'' tutur bapak tiga putra yang juga hobi balap mobil itu.

''Paling tidak, kami harus membatasi ruang gerak pemain. Tentu saja dengan bermain lebih rapat di daerah pertahanan,'' imbuh suami Kenyo Rini ini.

Dia tidak khawatir Yusack mengetahui karakter beberapa pemain PSIS seperti Maman Abdurahman, Modestus Setiawan, Harri Salisburi dan Indriyanto Nugroho yang merupakan mantan anak asuhannya.

Sebab, karakter permainan mereka saat menjadi anak asuh Yusack berbeda dengan karakter saat di bawah asuhannya. (H13-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA