logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 03 Mei 2005 WACANA
Line

Surat Pembaca

Kecewa Gesek Tunai

Saya menerima penawaran pembuatan kartu kredit BNI. Oleh marketing dikatakan cash advance 4 persen. Setelah di acc kartu dikirim. Oleh kurir diberikan kart nama tempat gesek tunai yang bisa uangnya diambil semuanya. Saya datang ke Jl Sriwijaya Gedung Nokia lantai 2 Automebel.

Setelah ngantre agak lama baru giliran saya. Betapa kecewanya ternyata dipotong 5 persen bukan 4 persen dan ditambah biaya telepon sepuluh ribu rupiah. Kok bisa berbeda, harusnya berapa sih. Teman-teman pemegang kartu kredit hati-hati dengan kurir yang memberikan kartu tempat gesek tunai.

Nurchayati

Pudakpayung Rt 6/Rw 5, Semarang

***

Soal Buku Mahal

Surat Pembaca beberapa waktu lalu membeberkan secara rinci pengalaman mencetak buku saku 1500 eks seharga Rp 30.000/buku. Konon biaya produksi hanya Rp 8.000/buku. Dari sebuah sumber diperoleh jawaban sbb : Membayar royalty 10 % x 1500 eks x Rp 30.000 = Rp 4,5 juta.

Membayar karyawan, perawatan peralatan, biaya penyusutan dan mengurangi risiko buku tidak terjual habis, sebagai akibat bangsa ini malas membaca dan enggan membeli buku. Pendapatan penerbit/percetakan dan transportasi. Andaikan harga buku dipatok Rp 12.000 x 1500 eks = Rp 18 juta. Royalty untuk penulis hanya Rp 1.800.000. Makin murah harga buku, makin murah pula royalty-nya, tergantung berapa eks buku dicetak.

Saya membeli buku Perspektif Pemikiran Bung Karno ukuran 14 cm x 21 cm setebal 92 halaman, gambar sampul Ir Soekarno (sket Basuki Abdullah) dengan harga Rp 20.000. Padahal saya membeli di Semarang, ongkso bus Sukorejo - Semarang pp tidak kurang dari Rp 20.000.

Hal itulah barangkali penyebab mengapa bangsa ini enggan membeli buku (salah satu penyebab). Demikian tanggapan, dengan harapan jadilah bangsa yang gemar membaca dan tidak lagi enggan membeli buku, dalam arti positif

M Bachrun BSc

Jl Kalipucung 7 Rt 6/Rw 9, Sukorejo

***

Buat Bank BNI

Sebagai nasabah Bank BNI saya terima surat dari bank ini yang memberitahu perubahan nomor rekening yang telah lima tahun saya hafal. Agar pelayanannya lebih baik saya sarankan: Pada hari-hari tertentu, terutama Senin atau sesudah libur panjang, teller diperbanyak, agar nasabah tidak lama menunggu.

Saya pernah mengalami, datang ke Bank BNI Cabang MT Haryono 16 Semarang pukul 09.20 WIB. Mengambil antrean nomor 468, padahal di monitor antrean baru nomor 118. Bayangkan, berapa jam saya harus menunggu giliran sehingga saya mengurungkan niat untuk bertransaksi.

Masalah parkir, walau bukan salah satu pelayanan bank, mohon diatur. Jika hari-hari padat, parkir untuk motor jangan diletakkan pada bidang jalan yang miring (lokasi di depan gedung). Ini sangat membahayakan, jika salah satu motor yang jatuh bisa mengenai motor yang ada di bawahnya. Akibatnya akan menimbulkan kerusakan atau mencederai pemiliknya sewaktu mau keluar dari lokasi parkir.

Demikianlah usulan semoga ada manfaatnya dan mendapat tanggapan dari Bank BNI sesuai slogannya "Terpercaya, kokoh dan bersahabat".

Zulkifli

Jl Rogojembangan Barat 771, Semarang

***

Soal Belajar Bahasa

Saya menanggapi tulisan mengenai "Belajar Bahasa Inggris" oleh Ennie Sutarwanti. Mungkin saya bisa membantu kesulitannya. Saya baru pindah dari Jakarta ke Semarang, pernah mengajar 5 teman yang semuanya murid lembaga kursus bahasa Inggris di Jakarta dan mempunyai kesulitan yang sama seperti anda.

Dengan menggunakan metode memahami rumus dasar grammar bahasa Inggris yang digabung dalam satu lembar kertas, dalam waktu tidak lebih 1 minggu kepandaian mereka meningkat tajam dan mendapat nilai ujian bahasa Inggris di atas delapan. Mereka tadinya tidak mengerti sama sekali English Grammar. Setiap kali ujian bahasa Inggris hanya mendapat nilai 6 ke bawah. Jika berminat bisa hubungi saya .

Lushy Etvasari Setyawati

Jl Sawunggaling Timur 91Semarang

***

Sepeda Santai

Fun Bike (sepeda santai) sudah menjamur dengan hadiah rumah, mobil, motor dan lainnya. Peserta ribuan jumlahnya dan atribut mereka banyak macamnya. Memang sepeda santai menyehatkan tubuh/jantung. Biasanya dihibur dangdutan, tapi para penyelenggara sering kurang canggih dalam "menata dagangannya".

Seharusnya, yang (pasti) tiap minggu entah hari minggu ke berapa, di finish harus ada yang jual kaos plus kupon door prize, jadi orang yang belum ikut, kepingin ikutan dan langsung beli. Tapi saya lihat jarang tuh yang berjualan di hari minggu, kaos mau pun kuponnya di acara/lokasi finish.

Orang luar kota yang belum beli jadi kelabakan mencari kaos dan kuponnya, bagaimana ini hai para penyelenggara tolong dipikirkan. Kedua, mbok ya yang dapat hadiah mobil/motor difoto dan dimasukkan media. Ketiga, tolong kupon disebar merata di berbagai kota, jadi banyak orang yang ikut, syukur ada iklannya.

Pengundian harus adil tanpa rekayasa. Harga karcis ditekan serendah mungkin, berkisar antara Rp 15.000 s.d Rp 35.000. Peserta yang harus mengambil kuponnya, hadiah langsung diserahkan. Kecuali hadiah rumah, mobil atau motor (yang harus membayar pajak 25 % dulu.

Oey Tjong Hoo

Jl Senepo Barat 5 Kutoarjo

***

Kenaikan Gaji PHL

Suara Merdeka 19 April 2005 memberitakan DPRD Kabupaten Semarang menyetujui kenaikan upah PHL (pekerja harian lepas) dinaikan dari Rp 385.000 menjadi Rp 463.000.Alasannya tugas mereka sama dengan PNS dan kondisi keuangan daerah memungkinkan.

Saya baca berkali-kali berita itu tidak menyebut GTT (guru tidak tetap) dan PTT (pegawai tidak tetap). Apakah yang dimaksud PHL tersebut termasuk GTT dan PTT. Bila tidak, kasihan mereka. Keterangan yang saya peroleh, honor mereka minim. Di sekolah tempat saya bertugas, hanya mampu memberi honor Rp 100.000, ditambah sedikit tunjangan.

Tunjangan dari Pemkab Rp 100.000/bulan (penerimaannya satu tahun dua kali, itu pun terlambat). Jumlah ini jelas minim. Untuk transpor rata-rata Rp 7.000/hari. Sisa yang hanya Rp 50.000/bulan bisa untuk apa ?

Mohon Pemkab dan DPRD juga memperhatikan GTT/PTT.

Jangan sampai mereka menuding Pemkab dan DPRD diskriminatif. Atau, benarkah para pejabat memang menganggap bidang pendidikan tidak penting ?

Drs Junaidi E.S

Guru SMPN 2 Pringapus, Temanggung

***

Tandon Air

Saya warga Karangelo/Ngrembang Kelurahan Giriwoyo Wonogiri ingin menyampaikan unek unek sbb: Di lingkungan saya ada sumber air yang debit airnya cukup besar. Namun karena belum ada tandon air yang memadai, maka tidak bisa menjangkau ke lokasi sawah yang agak jauh yang luasnya sekitarnya 25 hektare.

Di sebelah utara sumber tersebut terdapat tanah desa yang bisa dimanfaatkan untuk pembuatan tandon air. Dulu pernah dipatok namun realisasinya hingga kini tidak ada. Akibatnya panen gagal karena tanaman termasuk polowijo mengalami kekurangan air.

Mohon Bpk pimpinan PU baik pusat, Jateng di Semarang maupun Wonogiri agar sumber air Karangelo dibuatkan tandon air yang memadai. Saluran sekunder maupun tertier juga dibangun serta disediakan air bersih untuk warga dan MCK. Untuk realisasinya mohon ditinjau ke lokasi.

Pardi

Ngrembang Rt 1/Rw 5 Wonogiri


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA