| Selasa, 03 Mei 2005 | NASIONAL |
Boyz II Men Nyanyi dengan Cinta
LUAR biasa. Hanya itu pujian yang layak diberikan kepada Boyz II Men atas aksi mereka dalam konser di Istora, Senayan, Jakarta, semalam. Konser tak hanya menampilkan olah vokal grup asal the Philadelphia High School of the Creative and Performing Arts ini, tapi juga kelihaian mereka berinteraksi dengan penonton. Ketika Wanya Morris, Shawn Stochman, dan Nathan Morris berdendang, hampir semua penonton ikut berdendang. Meski tentu saja, pada nada-nada tinggi dan melengking, penonton yang didominasi kawula muda ini cukup tahu diri untuk kembali menjadi penikmat. ''Bernyanyilah, berpekiklah....kalau perlu teteskan air mata dan tertawalah sekerasnya,'' ujar Nathan Morris dari atas panggung. Janji Boyz II Men untuk memberikan yang terbaik bagi pencintanya di Jakarta, tampaknya memang benar-benar mereka buktikan. ''Yang pasti kami akan membuat penikmat konser kami tertawa, menangis dan berinteraksi dengan kami. Tapi, lebih penting dari itu semua, leave it trouble behind for couple hours, have fun,'' kata Wanya Morris sehari menjelang konser yang dipromotori Lunar Entertaninment tersebut. Boyz II Men menyanyikan lagu-lagu dari album Cooleyhighharmony (1991), Christmas Interpretations (1992), The Remix Collection (1995), Ballad Collection (2000), Full Circle (2002) hingga Throwback (2004). Boyz II Men disejajarkan dengan Elvis Prasley dan The Beatles dalam penjualan album. Tembang-tembangnya sangat dikenal pencintanya. Lagu hits mereka seperti ''It's So hard to say Goodbye to Yesterday'', ''End of the Road'', dan ''In The Still of the Nite (I'll Remember)'', begitu lancar ditembangkan penonton. ''Mungkin karena kami bernyanyi dengan cinta,'' kata Shawn Stockman merumuskan mengapa lagu-lagu mereka mudah dikenal. Boyz II Men kini tinggal bertiga, setelah Michael McCary hengkang. Mereka menyanyikan lagu secara apa adanya dan jujur. Karena itu, mereka berhasil mencuri hati pecintanya. Betapa tidak, Cooleyhighharmony, album perdana grup beraliran R & B ini menjadi produk rekaman terlaris sepanjang sejarah, dengan rekor penjualan lebih dari 9 juta kopi. ''Kami sadar di Indonesia pencinta kami juga tidak sedikit,'' kata Wanya Morris. Grup ini tahun lalu membatalkan konsernya di Jakarta, karena alasan keamanan. Namun, akhirnya mereka memutuskan datang demi penggemarnya. ''Kedatangan kami sebenarnya masih dikenai sedikit peringatan travel warning. Namun, biarlah musik membawa kemanapun kami pergi,'' kata Nathan Morris. (Benny Benke-43) | ||||