| Selasa, 03 Mei 2005 | MURIA |
Dinas Pendidikan Bentuk Tim Pengusutan Kasus VCD PornoPATI- Dinas Pendidikan membentuk tim pengusutan dan pencarian fakta berkaitan dengan beredarnya kasus VCD porno yang diisukan dimainkan oleh pelajar di Pati. Berdasarkan surat tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pati, Drs H Supriyadi MPd bernomor 800/1771, tanggal 28 April 2005, tim tersebut terdiri atas seorang koordinator dibantu seorang sekretaris, dan lima anggota. Sebagai koordinator tim diserahkan kepada Drs Agus Maryanto. Dihubungi seusai upacara memperingati Hari Pendidikan, kemarin, Agus didampingi salah seorang anggota, Sudiyono SPd membenarkan. Pihaknya harus melaksanakan tugas tersebut sampai Sabtu (7/5) mendatang, sehingga dengan waktu yang singkat itu semua harus bekerja keras. Dari hasil pencarian fakta di lapangan, setelah dilakukan penelitian di sejumlah ruang sekolah SMA yang disebut-sebut pelajar putrinya melakukan adegan seronok yang direkam melalui fasilitas kamera telepon seluler, ternyata tidak ditemukan bukti. Sebab, tak ada satu pun ruangan yang mirip dengan apa yang terekam dalam adegan tersebut. Bahkan, katanya, pihaknya dalam mengumpulkan bukti juga mendapat kiriman hasil rekaman yang sama dari Bandung. Dengan demikian, beredarnya adegan berdurasi 30 detik itu beredar di mana-mana. Namun, yang jelas adegan tersebut bukan dibuat dan dilakukan oleh pelajar putri SMA di Pati. Dari fakta yang terungkap, maka pihaknya menegaskan tidak benar jika isu yang beredar dan berkembang bahwa adegan itu dilakukan oleh pelajar putri sebuah SMA Negeri di Pati. ''Tentang siapa penyebar isu tersebut dan apa motif di balik semua itu, bukan hal yang penting. Namanya saja isu,'' ujarnya. Pelajaran Karena itu, kata Agus, pihaknya mengambil pelajaran positif bahwa semua kepala sekolah, para guru, dan orang tua murid, harus saling bahu-membahu untuk melakukan pengawasan terhadap kegiatan putra-putrinya. Tim juga sudah mengirim surat kepada para kepala sekolah, agar hal tersebut segera dilakukan oleh seluruh jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Pati. Menyangkut langkah berikutnya, apa yang akan dilakukan oleh tim dengan sisa waktu yang ada, dia belum bersedia mengungkapkan. Dia hanya berpesan, para orang tua jangan mudah memenuhi tuntutan putra-putrinya, jika ada yang meminta untuk dibelikan telepon seluler yang terdapat fasilitas kamera. ''Marilah kita belajar dari pengalaman, merebaknya kegiatan pornoaksi dan pornografi itu.''(ad-52s) |