logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 03 Mei 2005 MURIA
Line

Awak Angkot Terminal Jati-Colo Mogok

  • Ratusan Penumpang Telantar

KUDUS- Awak angkutan pedesaan jurusan Terminal Jati-Colo, kemarin melakukan aksi mogok. Aksi yang diikuti oleh 76 kendaraan tersebut, membuat panik para buruh rokok yang setiap hari menggunakan sarana transportasi tersebut.

Ratusan buruh yang bekerja di brak (gudang produksi) PT Djarum Kaliputu, seusai kerja sekitar pukul 10.00, tidak dapat segera pulang karena tidak ada satu kendaraan pun yang mangkal di depan tempat mereka bekerja.

Sugiarti (30), buruh perempuan di brak itu mengatakan, dirinya tak dapat pulang karena awak angkot mogok. Penyebabnya, awak angkot menganggap tarif sekarang terlalu rendah.

''Kemarin, dari Kaliputu-Dawe sejauh delapan kilometer tarifnya Rp 600,'' katanya.

Sekarang awak angkutan tersebut, dengan kondisi BBM yang naik seperti saat ini, menginginkan kenaikan tarif.

Buruh seperti Sugiarti yang setiap harinya memperoleh upah Rp 7.000 dan harus ganti angkot empat kali dari rumahnya sampai ke lokasi kerja, harus mengeluarkan dana cukup besar.

Sementara itu, seorang pengemudi angkot jurusan Kudus-Colo yang enggan disebut identitasnya mengatakan, pihaknya terpaksa mogok mengingat biaya operasional setiap harinya kian membubung tinggi. Dengan setoran setiap hari Rp 70.000-Rp 85.000, pendapatan bersih yang dikantonginya hanya Rp 15.000-20.000 per hari. ''Jika kami tidak dapat membayar angsuran tersebut, pemilik kendaraan dapat menggantinya dengan pengemudi lain,'' keluhnya.

Kepala Bidang Perhubungan Darat pada Dinas Perhubungan Kudus, Soekopraptanto, yang ditemui Suara Merdeka di tengah aksi tersebut menuturkan, soal naiknya tarif angkutan pedesaan (angkudes) sudah ditetapkan melalui SK Bupati No 551 2/228/2005 tentang penetapan batas atas dan bawah angkudes di Kudus.

Untuk mengatasi hal tersebut, awak angkudes, Dishub, dan perwakilan perusahaan yang buruhnya menggunakan sarana transportasi tersebut, sedang mengadakan perundingan guna menegosiasikan harga yang dapat diterima semua pihak. Untuk mengangkut para buruh untuk pulang, pihak perusahaan telah megerahkan sejumlah truk, dengan dibantu dua unit bantuan mobil dari Polres Kudus. (H8-52hs)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA