| Selasa, 03 Mei 2005 | KEDU & DIY |
Peserta Upacara ''Bokongi'' Gedung Rektorat
YOGYAKARTA - Ratusan dosen, karyawan, dan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, kemarin tetap memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2005. Namun, tidak seperti biasanya di lapangan Balairung, upacara dilakukan dengan menghadap ke utara atau ke arah hutan. Upacara mbokongi gedung rektorat itu dijadikan sebagai bentuk protes atas ketidakadilan yang mereka rasakan di bawah kepemimpinan Rektor Prof Dr Sofian Efendi MA. Setelah rangkaian upacara yang dikemas dalam aksi keprihatinan dipimpin oleh salah seorang dosen, Dr Ika Dewi Ana, peserta menyanyikan lagu "Padamu Negeri", dilanjutkan dengan penguburan simbolis ketidakadilan. Peserta juga menurunkan bendera Merah-Putih menjadi setengah tiang. Selanjutnya, diisi dengan orasi dan doa oleh sejumlah dosen, mahasiswa, dan karyawan. Antara lain seperti dikatakan Presiden Mahasiswa BEM KM UGM Romi Ardiansyah, mereka menuntut pembatalan kebijakan SK kenaikan tunjangan rektor beserta segenap jajarannya. Atas nama BEM Fakultas se-UGM juga disuarakan tuntutan mahasiswa agar pihak rektorat membatalkan kebijakan pengadaan mobil nasional. Mereka juga menuntut peningkatan kesejahteraan dosen dan karyawan, menuntut transparansi penggunaan dana BOP dan SPMA yang dibayarkan mahasiswa, serta menuntut pelibatan mahasiswa dalam pembahasan konsep sistem registrasi mahasiswa baru 2005. Rektor UGM Prof Dr Sofian Effendi MPIA mengatakan, penetapan gaji yang diterimanya bersama staf yakni berdasarkan keputusan MWA (Majelis Wali Amanah). Menurut Rektor, berdasar penetapan itu, gaji yang mereka terima tiap tahun menurun dibandingkan dengan sebelumnya. Tentang gaji Rektor yang naik 400 %, adalah informasi salah yang disampaikan pihak yang melakukan Aksi Keprihatinan. (P58,P12-55jhs) |