logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 03 Mei 2005 KEDU & DIY
Line

LSM Khawatir Demo untuk Lancarkan Penjarahan

PURWOREJO - Ketua LSM Kalpataru Purworejo, Ichsan, menekankan perlunya mewaspadai aksi demo pedagang kayu yang terjadi pada Rabu (27/4) lalu. ''Perlu diwaspadai dan dicurigai jangan-jangan demo Rabu lalu punya maksud untuk melancarkan kelanjutan penjarahan,'' ujar Ichsan melalui SMS, kemarin.

Dia mencurigai demikian karena menurut pengamatannya, sebagian peserta demo berasal dari daerah tetangga yang dekat dengan hutan. Tidak hanya itu, kata dia, perlu pula diwaspadai kemungkinan adanya oknum orang dalam yang mengurusi hutan, seperti pada penjarahan-penjarahan sebelumnya yang sudah menghabiskan hutan.

Dia juga menginginkan agar polisi bersikap tegas. Dia tidak ingin mendengar ada oknum polisi ikut terlibat. ''Selama ini penjarahan sudah merusak kemampuan konservasi sumber daya hutan dan merugikan kepentingan hajat hidup orang banyak,'' tandasnya.

Aktivis LSM yang getol menyorot soal hutan dan lingkungan itu lebih lanjut mengemukakan, saat ini kondisi lahan hutan sudah kritis. Untuk itu, perlu langkah mengembalikan kemampuan sumber daya dan kemampuan hidrologi hutan. Penekanan itu untuk mengurangi terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.

Sementara itu, terhadap adanya rencana DPRD merevisi Perda Nomor 16/2002 tentang Izin Penebangan Kayu Milik/Rakyat menyusul aksi demo pada Rabu (27/4), dia menyatakan tidak sependapat. Menurut pendapatnya, perda tersebut harus dipertahankan. Jika sampai DPRD yang sekarang mengubah perda, dia menilai, Dewan tidak memihak kepada kepentingan hajat hidup orang banyak.

Kelompok Kecil

''Mestinya bukan mengubah melainkan mencarikan solusi. Perlu diingat, di Purworejo yang menjadi pedagang kayu hanya sekelompok kecil. Sementara itu, yang membutuhkan air dan pelestarian sumber daya alam adalah segenap anggota masyarakat termasuk para pedagang kayu itu sendiri,'' paparnya. Seperti diberitakan, ratusan orang yang mengaku ''pedagang kayu Purworejo'' berdemo besar-besaran ke Polres dan DPRD Purworejo, Rabu (27/4) siang.

Sekretaris Paguyuban Pedagang dan Perajin Kayu Purworejo Andi Handogo AMd datang ke Mapolres dan bertemu Kapolres AKBP Drs Muhammad Nur SH. Andi memohon maaf karena pelaksanaan demo tidak sesuai dengan rencana. Sebaliknya, Kapolres menyatakan akan menindak anggotanya yang diduga meminta uang kepada para sopir ataupun pedagang kayu. (yon-55j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA